Mahasiswa KKN UNDIP Edukasi Gizi Seimbang dan Pemanfaatan Telur Bebek di Posyandu Desa Krecek
Jatengx.com, Klaten — Adrian Nathanael Hutapea, mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) dari Program Studi Teknologi Pangan, memberikan edukasi mengenai gizi seimbang, Angka Kecukupan Gizi (AKG), dan pemanfaatan telur bebek sebagai pangan lokal di Posyandu Desa Krecek, Kabupaten Klaten, pada (24/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja multidisiplin yang bertujuan mendukung upaya pemenuhan gizi dan pencegahan stunting sejak usia dini.
Edukasi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan mengenai pentingnya memenuhi kebutuhan gizi selama masa pertumbuhan serta memperkenalkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) sebagai salah satu acuan kebutuhan energi dan zat gizi berdasarkan kelompok usia.
Peserta juga diajak memahami pentingnya memberikan makanan yang beragam dan bergizi seimbang kepada anak. Pemenuhan gizi yang baik sejak usia dini berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebaliknya, kekurangan asupan gizi dalam jangka waktu tertentu dapat memengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Pemenuhan gizi anak tidak harus selalu menggunakan bahan makanan yang sulit ditemukan. Banyak bahan pangan yang ada di sekitar kita dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” ujar Adrian.
Salah satu pangan lokal yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah telur bebek. Telur bebek merupakan salah satu sumber protein yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat dan dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan. Pemanfaatan bahan pangan lokal tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan bagi keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.
Pendekatan berbasis pangan lokal juga membuat materi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Peserta dapat langsung menghubungkan materi yang diberikan dengan bahan makanan yang biasa mereka temui dan konsumsi di rumah.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi dan sesi tanya jawab. Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan dan aktif mengaitkan materi dengan kebiasaan makan sehari-hari. Penyampaian materi dengan contoh yang sederhana dan menggunakan potensi pangan yang sudah dikenal masyarakat membuat edukasi lebih mudah dipahami.
Selain memberikan pengetahuan mengenai gizi, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengajak masyarakat lebih memperhatikan pola makan anak sejak usia dini. Kebiasaan mengonsumsi makanan yang beragam dan bergizi seimbang diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNDIP berharap masyarakat Desa Krecek semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi selama masa pertumbuhan. Pemanfaatan pangan lokal seperti telur bebek juga diharapkan dapat menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat diterapkan keluarga dalam mendukung kebutuhan gizi anak.
Upaya pemenuhan gizi sejak dini perlu dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Dengan pengetahuan yang lebih baik serta pemanfaatan potensi pangan yang tersedia di sekitar, masyarakat diharapkan dapat turut berperan dalam mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah risiko stunting.
Penulis: Adrian Nathanael Hutapea, Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro
Editor: Azis



