Dokumentasi mahasiswa KKN Undip Desa Tambakboyo serahkan buku edukasi kepada SDN 01 Tambakboyo
Jatengx.com, Sukoharjo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) memberikan edukasi kepada siswa SDN 1 Tambakboyo dan SDN 3 Tambakboyo, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, mengenai penggunaan gawai secara bijak, tutur kata santun, pencegahan perundungan, serta pentingnya menjaga privasi data diri.
Kegiatan tersebut merupakan program kerja kolaborasi lintas keilmuan yang dirancang untuk membantu siswa menghadapi tantangan di era digital sekaligus menanamkan pendidikan karakter sejak dini.
Agnes Melanie Maragretha Br Sinaga, mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Undip, terlibat sebagai edukator dalam kegiatan tersebut. Materi disampaikan melalui metode yang interaktif agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa menemukan bahwa sebagian siswa menggunakan telepon seluler dalam waktu cukup lama ketika berada di rumah. Kondisi tersebut menjadi bahan edukasi mengenai pentingnya membatasi penggunaan gawai dan menyeimbangkannya dengan aktivitas belajar, membaca, bermain, serta berinteraksi secara langsung.
“Gawai tidak harus dijauhi, tetapi penggunaannya perlu dibatasi dan didampingi. Anak-anak tetap perlu memiliki waktu untuk membaca, bermain, belajar, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar,” ujar Agnes.
Selain penggunaan gawai, siswa diajak memahami pentingnya tutur kata yang santun sebagai salah satu cara mencegah perundungan. Mahasiswa memberikan contoh bahwa perkataan yang dianggap sebagai candaan dapat membuat orang lain merasa tersinggung atau terluka.
Siswa juga mendapatkan pengenalan mengenai privasi data diri, terutama informasi pribadi yang tidak seharusnya dibagikan sembarangan di internet maupun media sosial.
Agar pembelajaran tidak monoton, mahasiswa menggunakan metode membaca nyaring (read-aloud), storytelling, diskusi, dan pemutaran video edukatif.

Melalui cerita dan video, siswa diajak mengidentifikasi perilaku yang baik dan kurang baik dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga diberi kesempatan menjawab pertanyaan dan menyampaikan pendapat mengenai penggunaan gawai serta cara berkomunikasi yang baik dengan teman.
Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi, dan memberikan tanggapan terhadap cerita maupun video yang ditampilkan.
“Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar. Ketika materi disampaikan melalui cerita dan video, mereka lebih mudah terlibat dan berani menyampaikan pendapat,” kata Agnes.
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, mahasiswa KKN Undip juga menyerahkan buku cerita kepada SDN 1 Tambakboyo dan SDN 3 Tambakboyo. Buku tersebut diharapkan dapat menambah koleksi perpustakaan sekaligus menjadi alternatif kegiatan bagi siswa di luar penggunaan gawai.
“Kami berharap buku-buku ini tidak hanya menjadi tambahan koleksi perpustakaan, tetapi benar-benar dibaca dan dimanfaatkan oleh siswa. Semoga mereka menemukan bahwa membaca juga bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan,” ujar Agnes.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Undip berharap siswa dapat lebih bijak menggunakan teknologi, terbiasa menjaga privasi, menggunakan tutur kata yang santun, serta memiliki minat membaca yang lebih baik.
Program ini sekaligus menjadi upaya sederhana untuk mendukung pembentukan karakter anak di tengah perkembangan teknologi, dengan menghadirkan alternatif kegiatan positif melalui literasi dan interaksi langsung di lingkungan sekolah.
Penulis: Agnes Melanie Maragretha Br Sinaga
Editor: Azis



