Mahasiswa membantu membangun website desa sekaligus menyediakan formulir pengaduan digital.
Jatengx.com, Boyolali — Warga Desa Kauman, Kabupaten Boyolali, kini memiliki alternatif baru untuk menyampaikan keluhan dan masukan kepada pemerintah desa. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) membantu membangun website desa sekaligus menyediakan formulir pengaduan digital.
Program tersebut dibuat untuk menjawab persoalan pengaduan warga yang selama ini masih disampaikan secara lisan, melalui pesan WhatsApp pribadi, atau saat rapat RT/RW. Cara tersebut dinilai belum efektif karena laporan dapat terlupakan dan tidak selalu tercatat dengan baik.
Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKN, terlebih Desa Kauman belum memiliki website resmi. Persoalan juga dirasakan oleh warga yang sedang merantau. Mereka sering kali harus menitipkan informasi kepada keluarga atau menunggu pulang ke desa ketika ingin menyampaikan keluhan terkait lingkungan maupun pelayanan desa.
Melalui program ini, mahasiswa membantu membuat website desa yang dilengkapi dengan formulir pengaduan digital. Warga cukup mengisi formulir melalui tautan yang tersedia tanpa harus mengunduh aplikasi tambahan.
Form tersebut memuat beberapa informasi, seperti identitas pelapor, kategori keluhan, uraian masalah, dan lokasi kejadian. Laporan yang masuk kemudian dapat dikumpulkan dalam satu basis data sehingga lebih mudah dikelola oleh perangkat desa.
“Dengan adanya form pengaduan ini, warga yang jauh sekalipun bisa langsung melaporkan dari mana saja, tanpa harus datang atau menunggu waktu pulang kampung,” ujar Alfarel, koordinator desa (kordes) KKN Undip.
Memudahkan Warga Menyampaikan Keluhan
Pengembangan sistem tersebut diawali dengan asesmen kebutuhan bersama perangkat Desa Kauman. Mahasiswa menggali berbagai kendala yang selama ini dihadapi dalam menerima dan mengelola pengaduan masyarakat.
Setelah itu, tim menyusun rancangan formulir pengaduan dan membantu pembangunan website desa. Website tersebut dilengkapi informasi dasar desa serta tautan menuju formulir pengaduan.
Pengaduan dapat digunakan untuk berbagai persoalan, seperti kerusakan infrastruktur, pelayanan administrasi, maupun kondisi lingkungan. Dengan sistem yang lebih teratur, perangkat desa diharapkan dapat mengetahui laporan yang masuk dan menindaklanjutinya dengan lebih mudah.
Sistem ini juga memberikan kemudahan bagi warga Desa Kauman yang tinggal di luar daerah. Mereka dapat menyampaikan laporan dari mana saja selama memiliki gawai dan akses internet.
Dukung Digitalisasi Pelayanan Desa
Program pembuatan website dan formulir pengaduan digital tersebut menjadi bagian dari program kerja multidisiplin KKN Tim II Undip. Program ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, khususnya dalam memperluas pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di tingkat desa.
Mahasiswa berharap website dan sistem pengaduan yang telah dibuat tidak hanya digunakan selama pelaksanaan KKN, tetapi dapat terus dikelola dan dikembangkan oleh pemerintah desa.
Dengan adanya kanal pengaduan yang lebih jelas, warga diharapkan dapat menyampaikan keluhan dan masukan dengan lebih mudah, sementara perangkat desa memiliki sistem yang lebih tertata untuk menerima dan mengelola laporan masyarakat.
Program tersebut menjadi langkah awal dalam mendorong pelayanan Desa Kauman yang lebih terbuka, mudah diakses, dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
Penulis: Angel Mentari Bulawan Pariakan
Editor: Azis



