Mahasiswa berbagi pengetahuan dengan guru untuk menciptakan pembelajaran yang Komunikatif dan Kreatif
Jatengx.com, Boyolali — Mahasiswa KKN-Reguler Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Program Multidisiplin 2 melaksanakan kegiatan “Public Speaking bagi Tenaga Pendidik” di SD Negeri 2 Banyusri. Mengusung tema “Komunikasi Efektif, Pembelajaran Kreatif”, kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–09.00 WIB ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong peningkatan kemampuan komunikasi tenaga pendidik dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif dan adaptif.
Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan di SD Negeri 1 Banyusri pada Senin, 3 Agustus 2026, pukul 08.00–09.00 WIB. Program yang dibawakan oleh Sharla Alfiyaturrohmah, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, tidak hanya berfokus pada penyampaian materi public speaking, tetapi juga membuka ruang bagi para guru untuk berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan yang dihadapi selama proses pembelajaran.
Dalam sesi sharing, para guru secara aktif menceritakan berbagai pengalaman dan situasi yang ditemui ketika berinteraksi dengan peserta didik. Diskusi tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena memungkinkan peserta untuk tidak hanya menerima materi, tetapi juga merefleksikan pengalaman mengajar serta bersama-sama mencari pendekatan komunikasi yang dapat diterapkan di dalam kelas.
Selain diskusi, kegiatan ini juga memperkenalkan pemanfaatan media pembelajaran digital berbasis permainan melalui Bamboozle dan Edupid. Para guru diberikan kesempatan untuk mencoba secara langsung berbagai bentuk permainan edukatif yang dapat digunakan sebagai alternatif dalam menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan melibatkan peserta didik secara aktif.

Program yang terlaksana pada Jum’at (31/7) tersebut mendapat respons positif dari para tenaga pendidik. Salah satu peserta, yakni wali kelas 3 SD Negeri 1 Banyusri, menilai bahwa penggunaan permainan berbasis website memiliki peluang untuk diterapkan, terutama pada peserta didik kelas 3 ke atas. Menurutnya, penerapan pada kelas rendah masih menghadapi sejumlah tantangan, khususnya terkait variasi soal yang tersedia serta keterbatasan sarana pendukung pembelajaran digital.
Hal tersebut menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran tidak dapat dilepaskan dari kondisi dan kebutuhan masing-masing jenjang pendidikan. Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu alternatif yang dapat dikembangkan, namun penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, kesiapan guru, serta ketersediaan fasilitas di sekolah.
Kepala sekolah SD Negeri 1 Banyusri maupun SD Negeri 2 Banyusri turut menyambut baik pelaksanaan program yang diberikan oleh mahasiswa KKN-Reguler Tim II UNDIP di Desa Banyusri. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong hadirnya kegiatan yang tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membuka peluang bagi guru untuk mengembangkan metode komunikasi dan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sehingga pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi dapat diterapkan dan disesuaikan dengan dinamika pembelajaran di masing-masing sekolah.
Program “Public Speaking bagi Tenaga Pendidik” turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yakni Pendidikan Berkualitas. Peningkatan kemampuan guru dalam berkomunikasi menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mampu membangun interaksi, keterlibatan, dan rasa percaya diri peserta didik.
Melalui penguatan kemampuan public speaking dan pengenalan media pembelajaran interaktif, guru didorong untuk mengembangkan cara mengajar yang lebih efektif, kreatif, dan berfokus pada kebutuhan peserta didik.
Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis bagi tenaga pendidik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan, sejalan dengan semangat SDGs ke-4 dalam mendorong pendidikan yang inklusif dan berkualitas serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Melalui program “Public Speaking bagi Tenaga Pendidik”, mahasiswa KKN-Reguler Tim II UNDIP berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dapat terus diterapkan oleh para tenaga pendidik dalam proses pembelajaran sehari-hari.
Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang berbagi yang mendorong guru untuk merefleksikan pengalaman mengajar dan saling bertukar gagasan.
Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bagian dari pengembangan kemampuan guru dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih variatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Penulis: Sharla Alfiyaturrohmah
Editor: Azis



