Mahasiswa KKN-T IDBU 51 Undip mengolah data keuangan UMKM Kopi Desa Kenteng
Jatengx.com, Kab. Semarang – Pengelolaan keuangan yang rapi masih menjadi tantangan besar bagi banyak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pedesaan, termasuk usaha kopi rumahan. Tanpa pencatatan yang jelas, pelaku usaha sering kali kesulitan mengetahui harga pokok produksi (HPP) yang sebenarnya, sehingga rawan menetapkan harga jual yang tidak sesuai dan sulit memantau keuntungan usaha secara akurat.
Kondisi inilah yang menjadi perhatian mahasiswa Teknik Industri Universitas Diponegoro (Undip), Dilang Trijanuara Gito, dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik Iptek Bagi Desa Binaan Undip (KKN-T IDBU) 51 di Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.
Melalui program multidisiplin bertajuk Pembuatan Laporan Keuangan, Harga Pokok Produksi (HPP), dan Inventory, Dilang mendampingi pelaku UMKM kopi setempat untuk membangun sistem pencatatan keuangan yang sederhana namun sistematis.
Mahasiswa merancang sistem dalam bentuk spreadsheet terintegrasi yang mampu mencatat arus kas usaha (buku kas umum), menghitung HPP per produk secara otomatis, sekaligus memantau posisi stok bahan baku dan barang jadi.
Sebelum program ini berjalan, pelaku usaha umumnya hanya mengandalkan ingatan atau catatan manual yang tidak terstruktur untuk memantau pemasukan dan pengeluaran.
Akibatnya, perhitungan biaya produksi kerap dilakukan secara perkiraan, tanpa memperhitungkan komponen biaya secara menyeluruh seperti bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead. Dengan sistem baru yang dibangun, pelaku usaha kini dapat mengetahui HPP setiap produk kopi secara lebih akurat, sehingga penetapan harga jual dapat dilakukan dengan lebih rasional dan berbasis data.

Selain pencatatan keuangan, Dilang juga mendampingi penyusunan sistem inventory sederhana untuk memantau keluar-masuk bahan baku seperti biji kopi dan bahan pendukung lainnya. Sistem ini membantu pelaku usaha menghindari kekurangan maupun penumpukan stok yang berlebihan, sekaligus menjadi dasar perhitungan biaya produksi yang lebih presisi dari waktu ke waktu.

Program ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas usaha mikro agar lebih produktif dan berkelanjutan, serta SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dengan mendorong peningkatan pendapatan pelaku usaha lewat pengelolaan biaya dan harga jual yang lebih tepat.
Mahasiswa menegaskan literasi keuangan yang baik menjadi salah satu fondasi penting bagi UMKM untuk dapat bertumbuh secara mandiri dan berdaya saing di tengah persaingan pasar.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian KKN-T IDBU 51 Undip di Desa Kenteng yang berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL): Prof. Dr. Purnawan Adi Wicaksono, S.T., M.T., Prof. Dr. Diana Puspita Sari, S.T., M.T., Faradhina Azzahra, S.T., M.Sc., dan Lisa’ Yihaa Roodhiyah, S.Si., M.Si.
Melalui pendampingan ini, Dilang berharap sistem pencatatan yang telah dibangun dapat terus digunakan secara berkelanjutan oleh pelaku UMKM Kopi Desa Kenteng, sehingga usaha dapat dikelola secara lebih profesional dan mampu berkembang lebih jauh di masa mendatang.
Penulis: Dilang Trijanuara Gito, Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Diponegoro
Editor: Azis



