Pembukaan Kegiatan Literasi Riset Digital: Harmonisasi Etika AI dan Integritas Ilmiah Bebas Plagiasi oleh Dekan Fakultas Agama Islam Universitas IVET Semarang, Siti Maemunah
Jatengx.com, Semarang – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin marak di kalangan mahasiswa. Kemudahan teknologi tersebut dalam membantu proses belajar dan penulisan karya ilmiah juga menghadirkan tantangan baru, terutama terkait etika akademik dan potensi plagiarisme.
Persoalan tersebut menjadi perhatian Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam (BEM FAI) Universitas IVET Semarang melalui Research Bootcamp FAI 2026 yang digelar di Gedung E Lantai 3 Universitas IVET, Kamis (24/9/2026).
Mengusung tema “Literasi Riset Digital: Harmonisasi Etika AI dan Integritas Ilmiah Bebas Plagiasi”, kegiatan tersebut diikuti 48 mahasiswa dari berbagai program studi.
Peserta tidak hanya berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), tetapi juga dari sejumlah program studi lintas fakultas, yakni Pendidikan Sejarah, Pendidikan Ekonomi, Bimbingan Konseling, PPKn, Pendidikan Geografi, dan Gizi.
Kegiatan berlangsung pukul 08.00 hingga 15.00 WIB dan dibuka oleh Dekan Fakultas Agama Islam Universitas IVET Semarang, Siti Maemunah. Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin Asyrofi Aziz.
Ketua BEM FAI Universitas IVET Semarang periode 2025–2026, Muhammad Shofiyyulloh, mengatakan Research Bootcamp merupakan bagian dari komitmen BEM FAI untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa, khususnya dalam bidang riset dan penulisan ilmiah.
“Research Bootcamp ini adalah wujud komitmen saya selaku Ketua BEM FAI untuk terus menghadirkan program kerja yang benar-benar meng-upgrade skill teman-teman semua,” ujar Muhammad.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Gita Maulida Nanda Utami, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam FAI Universitas IVET Semarang, dan Faldin Baen, dosen tetap Universitas IVET Semarang sekaligus dosen tamu Universitas Dian Nuswantoro. Keduanya memberikan materi yang berkaitan dengan kebutuhan mahasiswa dalam melakukan penelitian dan menyusun karya ilmiah.
Empat materi utama diberikan dalam Research Bootcamp FAI 2026, yaitu Fondasi Riset dan Anatomi Karya Tulis Ilmiah, Literasi Digital dan Etika AI, Praktik Mendeley dan Sitasi, serta Anti-Plagiarisme dan Paraphrasing. Materi tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa mulai dari memahami dasar penelitian, menyusun karya ilmiah secara sistematis, mengelola sumber referensi, hingga memanfaatkan teknologi AI secara bertanggung jawab.
Dalam pembahasan mengenai AI, mahasiswa diarahkan untuk memahami bahwa teknologi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam proses akademik. Namun, penggunaan AI tetap harus disertai tanggung jawab dan kejujuran ilmiah.
Mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya melakukan verifikasi terhadap informasi yang dihasilkan AI serta tidak menjadikan teknologi tersebut sebagai pengganti proses berpikir dan analisis akademik.
Sementara itu, materi Mendeley dan sitasi memberikan keterampilan kepada peserta dalam mengelola referensi dan mencantumkan sumber secara tepat. Materi anti-plagiarisme dan paraphrasing melengkapi pembekalan dengan pemahaman mengenai cara mengolah informasi dari berbagai sumber tanpa mengambil gagasan orang lain secara tidak semestinya.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Sejumlah mahasiswa mengajukan pertanyaan mengenai teknik penelitian, pengelolaan referensi, penggunaan AI, hingga batasan pemanfaatan AI dalam penyusunan karya ilmiah. Antusiasme tersebut menunjukkan perhatian mahasiswa terhadap perubahan praktik akademik di tengah perkembangan teknologi digital.

Ketua Pelaksana Research Bootcamp FAI 2026, Dewi Julia Rosa, berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat digunakan tidak hanya untuk menyelesaikan tugas perkuliahan, tetapi juga sebagai bekal dalam menghasilkan karya akademik.
“Semoga teman-teman mendapatkan ilmu baru yang benar-benar bermanfaat, bukan hanya untuk menyelesaikan tugas, tetapi juga untuk bekal dalam menulis jurnal maupun skripsi,” kata Dewi.
Selain 48 peserta, kegiatan tersebut melibatkan dua orang pembawa acara dan 13 panitia pelaksana. Peserta dan panitia memperoleh e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan mereka dalam kegiatan tersebut. Pelaksanaan Research Bootcamp FAI 2026 mendapat dukungan dari Universitas IVET Semarang dan Fakultas Agama Islam tanpa melibatkan sponsor maupun pihak eksternal.
Melalui kegiatan tersebut, BEM FAI Universitas IVET Semarang mendorong mahasiswa agar tidak hanya cakap menggunakan teknologi digital, tetapi juga memiliki kemampuan riset dan kesadaran terhadap integritas akademik.
Di tengah perkembangan AI yang semakin cepat, kemampuan memanfaatkan teknologi secara kritis, etis, dan bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas serta terhindar dari plagiarisme.




