
Kebumen, 6 Agustus 2026 — Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 015 UMP Desa Karangpule melaksanakan pelatihan budidaya hidroponik dan pemanfaatan cocopeat sebagai media tanam bagi ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Karangpule, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, pada Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja unggulan Kelompok KKN 015 UMP yang bertujuan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi lingkungan sekitar melalui kegiatan budidaya tanaman yang dapat diterapkan secara sederhana di rumah.
Desa Karangpule memiliki potensi sumber daya lokal yang dapat dikembangkan untuk mendukung kegiatan bercocok tanam masyarakat. Salah satunya adalah keberadaan tanaman kelapa yang menghasilkan sabut kelapa dan dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan media tanam. Di sisi lain, budidaya hidroponik juga telah dikembangkan di Desa Karangpule melalui Persada Farms yang berada di bawah naungan BUMDes. Potensi tersebut kemudian menjadi salah satu dasar Kelompok KKN 015 UMP untuk memperkenalkan hidroponik dan pemanfaatan cocopeat kepada masyarakat melalui kegiatan edukasi sekaligus praktik.
Hidroponik merupakan metode budidaya tanaman yang tidak menggunakan tanah sebagai media utama, melainkan memanfaatkan air yang telah diberikan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Metode ini dapat menjadi salah satu alternatif bercocok tanam yang dapat diterapkan pada lahan terbatas. Sementara itu, cocopeat merupakan media tanam yang berasal dari serat sabut kelapa yang telah diolah. Cocopeat memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan air sehingga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif media tanam.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai budidaya hidroponik yang disampaikan oleh Ali dari Persada Farms di bawah naungan BUMDes. Sebagai pihak yang telah mengelola budidaya hidroponik di Desa Karangpule, Ali memberikan penjelasan mengenai dasar-dasar hidroponik, tahapan penanaman, kebutuhan nutrisi, serta pemeliharaan tanaman.
Pemaparan kemudian dilanjutkan dengan materi mengenai pemanfaatan cocopeat yang disampaikan oleh Agung, salah satu anggota Kelompok KKN 015 UMP dari Program Studi Pertanian. Peserta diberikan pemahaman mengenai cocopeat, manfaatnya sebagai media tanam, serta cara penggunaannya dalam kegiatan bercocok tanam.
Setelah memperoleh materi, peserta tidak hanya mengikuti penyuluhan, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik. Pada praktik hidroponik, peserta menggunakan wadah tanam berbahan styrofoam yang telah disiapkan oleh mahasiswa KKN. Peserta kemudian mempraktikkan tahapan penanaman kangkung, mulai dari penyemaian benih, penempatan bibit pada wadah tanam, hingga pemberian nutrisi yang dibutuhkan tanaman.
Praktik dilanjutkan dengan pemanfaatan cocopeat sebagai media tanam. Cocopeat yang telah disiapkan ditempatkan ke dalam polybag, kemudian peserta mempraktikkan penanaman benih kangkung pada media tersebut. Pada tahap ini, peserta juga diberikan penjelasan mengenai cara perawatan tanaman agar dapat melanjutkan proses budidaya secara mandiri setelah kegiatan berakhir.
Pelaksanaan kegiatan yang memadukan pemaparan materi dengan praktik langsung tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat. Peserta dapat melihat secara langsung bagaimana metode hidroponik dan cocopeat digunakan dalam kegiatan budidaya tanaman, sekaligus memperoleh pengetahuan mengenai tahapan perawatan tanaman.
Sebagai bentuk keberlanjutan kegiatan, hasil praktik berupa tanaman kangkung kemudian diberikan kepada para peserta untuk dibawa pulang dan dirawat di rumah masing-masing. Pemberian hasil praktik tersebut diharapkan dapat mendorong peserta untuk melanjutkan kegiatan penanaman secara mandiri serta menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh selama pelatihan.
Pelatihan hidroponik dan pemanfaatan cocopeat merupakan bagian dari rangkaian pengabdian masyarakat Kelompok KKN 015 UMP di Desa Karangpule yang berlangsung pada 27 Juli hingga 28 Agustus 2026. Kelompok yang terdiri atas 11 mahasiswa tersebut melaksanakan berbagai program kerja dengan dukungan dari pemerintah desa, masyarakat setempat, dan Karang Taruna, serta berada dalam pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
Melalui kegiatan ini, Kelompok KKN 015 UMP berharap pengetahuan mengenai hidroponik dan pemanfaatan cocopeat dapat terus diterapkan oleh masyarakat Desa Karangpule, sehingga potensi yang ada di lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan secara lebih optimal dan kegiatan bercocok tanam dapat dikembangkan secara berkelanjutan di tingkat rumah tangga.





