Mahasiswa KKN Undip ajak siswa SDN 01 Randu mengenal teknologi melalui robotika
Jatengx.com, Batang — Pengenalan teknologi sejak usia sekolah dasar dapat dilakukan melalui kegiatan yang sederhana dan menyenangkan. Hal itu dilakukan Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 128 Universitas Diponegoro melalui program sosial kemasyarakatan bertajuk “Pengajaran Efektif Berbasis Teknologi dan Pengenalan Robotika” di SDN 01 Randu, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang.
Kegiatan tersebut dirancang untuk mengenalkan dasar-dasar robotika sekaligus melatih kreativitas, kemampuan berpikir logis, dan pemecahan masalah siswa. Pembelajaran dilakukan secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, permainan, hingga praktik merancang mobil robot sederhana.
Mahasiswa KKN-T terlebih dahulu mengenalkan pengertian robotika dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diajak memahami bagian dasar robot, seperti sensor sebagai penerima informasi, unit pemroses sebagai pengolah informasi, serta motor dan roda sebagai bagian yang menghasilkan gerakan.
Agar lebih mudah dipahami, mahasiswa menggunakan analogi tubuh manusia. Sensor diibaratkan sebagai indera yang menerima informasi dari lingkungan, sedangkan unit pemroses dianalogikan seperti otak yang mengolah informasi. Sementara itu, motor berfungsi menghasilkan gerakan sesuai perintah sistem.
Setelah memperoleh pemahaman dasar, siswa dibagi dalam beberapa kelompok untuk merancang mobil robot sederhana menggunakan stik es krim. Mereka diberi kebebasan menentukan bentuk dan tampilan mobil sesuai dengan kreativitas masing-masing kelompok.
Kegiatan tersebut tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga mengenalkan siswa pada hubungan antara desain dan fungsi. Setelah rancangan selesai, setiap kelompok menguji mobil robot yang dibuat untuk melihat kemampuan geraknya.
Dari pengujian tersebut, siswa menemukan bahwa tidak semua mobil robot dapat bergerak dengan baik. Beberapa desain mengalami kesulitan karena tambahan material membuat kendaraan menjadi lebih berat. Kondisi itu kemudian menjadi bahan pembelajaran mengenai pentingnya mempertimbangkan fungsi dan beban dalam sebuah rancangan.
Mahasiswa mengajak siswa mengamati kembali desain yang mengalami kendala dan membandingkannya dengan hasil kelompok lain. Dari proses tersebut, siswa belajar menerapkan metode sederhana berupa mencoba, mengamati, menemukan masalah, dan melakukan perbaikan.
“Dari kegiatan ini kami ingin menunjukkan kepada siswa bahwa teknologi tidak selalu harus dipelajari melalui teori yang rumit. Mereka bisa belajar dari hal sederhana, seperti membuat mobil robot, kemudian melihat sendiri mengapa suatu desain bisa bergerak atau justru mengalami kendala,” ujar salah satu mahasiswa KKN-T 128 Undip.
Proses tersebut sekaligus memperkenalkan siswa pada pola berpikir seorang perancang atau engineer. Siswa belajar bahwa sebuah karya tidak selalu berhasil pada percobaan pertama dan bahwa kegagalan dapat menjadi bagian dari proses untuk menghasilkan rancangan yang lebih baik.
Selain praktik, kegiatan dilengkapi dengan kuis mengenai dasar-dasar robotika. Pertanyaan yang diberikan mencakup fungsi sensor, unit pemroses, aktuator, serta hubungan antara komponen dengan gerakan robot.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Siswa terlihat antusias ketika mencoba mobil robot dan mencari tahu penyebab perbedaan kemampuan gerak setiap rancangan. Mereka juga aktif berdiskusi dengan anggota kelompok ketika menentukan desain maupun saat menghadapi kendala dalam pengujian.
Kegiatan berkelompok tersebut turut melatih kemampuan komunikasi dan kerja sama siswa. Mereka harus berbagi tugas, bertukar gagasan, serta mengambil keputusan bersama untuk menghasilkan rancangan mobil robot.
Pihak SDN 01 Randu menyambut positif kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di kelas. Melalui praktik langsung, siswa dapat mengenal teknologi dengan cara yang lebih dekat dengan aktivitas bermain dan berkreasi.
Bagi Tim KKN-T 128 Undip, pengenalan robotika sejak dini merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap sains dan teknologi. Penggunaan bahan sederhana seperti stik es krim juga menunjukkan bahwa pembelajaran teknologi dapat dilakukan tanpa harus menggunakan perangkat yang kompleks.
Melalui program “Pengajaran Efektif Berbasis Teknologi dan Pengenalan Robotika”, mahasiswa berharap siswa SDN 01 Randu tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga terdorong untuk berani mencoba, bereksperimen, dan mencari solusi ketika menghadapi permasalahan.
Lebih dari sekadar membuat mobil robot, kegiatan tersebut mengajak siswa memahami bahwa teknologi lahir melalui proses perencanaan, percobaan, pengamatan, dan perbaikan. Pengalaman itu diharapkan menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kreativitas dan pola pikir solutif sejak dini.
Penulis: Revita, Tim KKN-T 128 Universitas Diponegoro
Editor: Azis




