Mahasiswa berfoto bersama seusai memberi edukasi dan demonstrasi pengolahan minyak jelantah jadi sabun cuci tangan
Jatengx.com, Klaten — Minyak jelantah yang biasanya dibuang setelah digunakan memasak masih dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna. Hal itu diperkenalkan mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) kepada masyarakat Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, melalui edukasi dan demonstrasi pembuatan sabun cuci tangan dari minyak jelantah.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Sosial Kemasyarakatan KKN Undip Tahun Akademik 2025/2026. Program ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus mengenalkan alternatif pemanfaatan minyak jelantah.
Minyak jelantah menjadi salah satu limbah yang banyak dihasilkan dari kegiatan memasak sehari-hari. Jika dibuang sembarangan ke tanah atau saluran air, limbah tersebut dapat mencemari lingkungan. Karena itu, mahasiswa mengajak masyarakat melihat minyak jelantah sebagai bahan yang masih dapat diolah.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dari Program Studi Kimia dan Teknologi Pangan berkolaborasi memberikan edukasi. Mahasiswa Kimia menjelaskan prinsip reaksi dalam proses pembuatan sabun, sedangkan mahasiswa Teknologi Pangan memberikan pemahaman mengenai pengelolaan limbah rumah tangga dan pemanfaatannya.

Demonstrasi diawali dengan proses pemurnian minyak jelantah untuk mengurangi kotoran dan zat pengganggu sebelum digunakan sebagai bahan baku. Selanjutnya, mahasiswa menjelaskan secara sederhana proses reaksi antara minyak dan basa yang menghasilkan sabun serta gliserol.
Tidak hanya menyampaikan teori, mahasiswa juga memperagakan tahapan pembuatan sabun secara langsung. Peserta diperkenalkan pada fungsi bahan yang digunakan serta pentingnya memperhatikan prosedur kerja dan keselamatan selama proses pembuatan.
Dari kegiatan tersebut, mahasiswa menghasilkan sabun berbahan dasar minyak jelantah sebagai luaran program. Produk tersebut menjadi contoh bahwa limbah rumah tangga yang sebelumnya dianggap tidak berguna masih dapat diolah menjadi barang yang memiliki nilai guna.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Kranggan diharapkan semakin memahami pentingnya mengelola minyak jelantah dan tidak membuangnya secara sembarangan. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun juga dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi limbah rumah tangga sekaligus menerapkan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi mahasiswa Kimia dan Teknologi Pangan dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan lintas disiplin dapat menghasilkan edukasi yang lebih aplikatif bagi masyarakat. Program ini sekaligus menjadi upaya KKN Undip untuk mendorong kebiasaan pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab di tingkat rumah tangga.
Penulis: Tim KKN Undip Desa Kranggan
Editor: Azis



