Pada 4 Agustus 2026, mahasiswa KKN Undip paparkan materi Nilai Integritas dan Kebijakan Anti Korupsi bagi siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri 1 Bolali
Jatengx.com, Klaten — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2025/2026 yang ditempatkan di Desa Bolali, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, menggelar kegiatan Sosialisasi Nilai Integritas dan Kebijakan Anti Korupsi bagi siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri 1 Bolali.
Mengusung pendekatan edukatif dan interaktif, kegiatan yang terlaksana pada (4/8) menyasar siswa kelas VI dengan tujuan menanamkan nilai kejujuran sejak usia dini, sekaligus memperkenalkan pemahaman dasar mengenai dampak buruk perilaku koruptif dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini digagas oleh Tania Putri Maharani, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undip, yang melihat pentingnya pendidikan karakter sebagai fondasi pencegahan korupsi jangka panjang.
Ia menyampaikan penanaman nilai integritas tidak bisa hanya diserahkan kepada institusi hukum, melainkan harus dimulai dari lingkungan pendidikan yang paling dasar.
“Korupsi seringkali dianggap sebagai persoalan orang dewasa yang jauh dari dunia anak-anak. Padahal, nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian menolak hal yang salah justru harus dibiasakan sejak kecil,”ujar tania
Tania Putri Maharani menjelaskan kebiasaan jujur perlu dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Lewat kegiatan ini, kami ingin adik-adik SDN 1 Bolali memahami bahwa jujur itu bukan sekadar slogan, tapi kebiasaan yang harus dipraktikkan setiap hari,” jelas Tania saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Sebelum pelaksanaan, Tania berkoordinasi langsung dengan pihak SD Negeri 1 Bolali untuk menyelaraskan materi dengan kondisi dan kebutuhan siswa. Ia juga menyiapkan media edukasi berupa presentasi visual yang dikemas ringan agar mudah dicerna oleh siswa sekolah dasar.
Dalam pelaksanaannya, Tania berperan penuh sebagai fasilitator sekaligus pemandu jalannya acara, mulai dari penyampaian materi, sesi diskusi interaktif, permainan edukatif bertema kejujuran, hingga puncak kegiatan berupa Pohon Komitmen Kejujuran.
Pada sesi Pohon Komitmen Kejujuran, setiap siswa diminta menuliskan janji dan komitmen pribadi untuk berperilaku jujur di lingkungan sekolah maupun rumah pada secarik kertas berbentuk daun, yang kemudian ditempelkan pada media pohon yang telah disiapkan.
Suasana kelas terlihat hidup siswa saling berebut maju untuk menempelkan komitmennya, diselingi tawa dan celetukan polos khas anak-anak yang membuat suasana belajar terasa akrab dan menyenangkan.

Antusiasme tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan program. Siswa-siswi tidak hanya mampu menjawab pertanyaan seputar nilai integritas dengan baik saat sesi diskusi, tetapi juga menunjukkan pemahaman yang tulus mengenai pentingnya kejujuran melalui komitmen yang mereka tuliskan sendiri.
“Anak-anak ternyata sangat terbuka membicarakan soal kejujuran, bahkan banyak yang bercerita pengalaman pribadi soal berani mengakui kesalahan. Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai integritas sebenarnya sudah ada dalam diri mereka, tinggal terus dipupuk,” tambah Tania.
Rangkaian kegiatan turut didokumentasikan secara menyeluruh oleh tim KKN sebagai bahan pelaporan pelaksanaan program kepada pihak sekolah maupun kampus.
Selain laporan tertulis, dokumentasi kegiatan juga digunakan sebagai arsip capaian program kerja individu Tania dalam bidang pendidikan karakter dan tata kelola pemerintahan yang bersih.
Kegiatan Sosialisasi Nilai Integritas dan Kebijakan Anti Korupsi ini ditutup dengan sesi foto bersama seluruh siswa kelas VI SD Negeri 1 Bolali di depan Pohon Komitmen Kejujuran yang telah penuh dengan janji-janji jujur dari para siswa.
Diharapkan, nilai-nilai yang telah ditanamkan hari ini dapat terus tumbuh dan menjadi bekal karakter bagi generasi muda Desa Bolali di masa depan.
Program kerja ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui upaya pencegahan korupsi sejak dini serta penguatan nilai integritas dan tata kelola yang bersih.
Sementara SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyisipan pendidikan karakter ke dalam proses belajar siswa sekolah dasar.
Penulis: Tania Putri Maharani
Editor: Azis



