Mahasiswa serahkan poster alur pelayanan posyandu kepada kader posyandu Desa Ponowaren, pada (27/7/2026)
Jatengx.com, Sukoharjo – Posyandu merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat ditingkat desa. Di Desa Ponowaren, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, kegiatan Posyandu berjalan secara rutin setiap bulannya. Meski demikian, efisiensi dan keteraturan alur pelayanan masih perlu ditingkatkan agar kader dapat melayani warga secara terstruktur serta meminimalkan penumpukan antrean saat kegiatan berlangsung.
Pada Senin (27/7/2026), Mohamad Guntur Laksono Fahrudin dengan NIM 12010123140246, mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Diponegoro yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler TIM II Tahun 2026 di Desa Ponowaren, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, bersama Tim KKN Universitas Diponegoro merealisasikan Program Kerja Multidisiplin 1.
Ia menyampaikan Program ini berfokus pada pembenahan sistemik alur pelayanan Posyandu melalui media edukasi visual.
“Media edukasi visual yang berisi alur pelayanan diberikan sebagai upaya untuk meminimalisir tumpukan dan masyarakat memahami skema saat posyandu,” ujarnya.
Program ini diwujudkan melalui penyusunan dan penyerahan luaran berupa Poster Alur Pelayanan Posyandu. Kehadiran poster ini dirancang sebagai panduan operasional serbaguna, baik bagi para kader dalam mengarahkan alur pelayanan maupun bagi masyarakat penerima layanan Posyandu.
Langkah ini sejalan dengan komitmen pembangunan berkelanjutan atau Sustainable
Development Goals (SDGs), khususnya SDGs Poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan tata kelola pelayanan kesehatan masyarakat dasar, serta SDGs Poin 16 (Institusi yang Tangguh dan Efektif) melalui peningkatan efisiensi kelembagaan di tingkat desa.
Dalam perancangannya, pelaksanaan diawali dengan observasi mendalam terhadap jalannya Posyandu serta koordinasi intensif bersama kader setempat.
Mahasiswa menjelaskan tantangan utama yang dihadapi adalah menyesuaikan susunan alur ideal pada poster dengan kondisi riil serta kebiasaan pelayanan yang telah lama berjalan di desa. Melalui diskusi komunikatif, alur disederhanakan tanpa mengubah esensi pelayanan.
“Perancangan alur dalam poster perlu disesuaikan dengan pelayanan yang sudah berjalan selama ini. Tahapan tersebut yang menjadi tantangnya,” tambahnya.
Sebagai bentuk tindak lanjut, poster alur pelayanan diserahkan dan dipasang secara resmi di lokasi kegiatan Posyandu Desa Ponowaren. Poster tersebut kini diterapkan secara langsung sebagai acuan rutin kegiatan Posyandu selanjutnya.
Melalui program ini, diharapkan pelayanan Posyandu di Desa Ponowaren dapat berjalan lebih tertib, efektif, dan nyaman bagi kader maupun masyarakat.
Editor: Azis



