Pelaksanaan kegiatan edukasi K3 secara door to door oleh mahasiswa KKN Undip kepada Pelaku UMKM
Jatengx.com, Boyolali – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tim II melaksanakan program edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Banyusri, Kabupaten Boyolali.
Kegiatan ini dilaksanakan secara door to door oleh Sarah Ayu Setyaningsih sebagai upaya meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya penerapan K3 dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, juga termuat dalam program yang dilaksanakan mahasiswa KKN Undip.
Kegiatan edukasi dilaksanakan secara bertahap pada empat UMKM dengan karakteristik usaha yang berbeda. Kegiatan pertama dilaksanakan pada (27/7/2026) di UMKM keripik milik Pak Harto, kemudian dilanjutkan di usaha rajut Mbak Lutfi pada (3/8/2026)
Sementara, (5/8) di usaha lembok Mbah Narni dan (14/8) di UMKM jajanan milik Bu Ning.
Edukasi K3 Secara Langsung kepada Pelaku UMKM
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode door to door agar edukasi dapat disampaikan secara langsung sesuai dengan kondisi dan aktivitas masing-masing UMKM. Pendekatan ini memungkinkan materi K3 dikaitkan dengan potensi risiko yang ditemukan pada lingkungan kerja setiap pelaku usaha.
Dalam kegiatan tersebut, Sarah Ayu Setyaningsih menyampaikan beberapa materi mengenai kebersihan diri dan lingkungan kerja, keselamatan dalam penggunaan peralatan, penerapan ergonomi, serta keamanan dalam proses pengemasan produk.
Edukasi kebersihan diberikan untuk mendorong pelaku UMKM menjaga kebersihan diri, peralatan, dan area kerja. Sementara itu, materi keselamatan kerja menekankan pentingnya menggunakan peralatan secara hati-hati dan mengenali potensi bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan selama proses produksi.
Selain keselamatan kerja, pelaku UMKM juga diberikan pemahaman mengenai ergonomi, terutama mengenai posisi tubuh yang tepat saat bekerja untuk mengurangi risiko keluhan akibat aktivitas kerja yang dilakukan secara berulang atau dalam posisi tertentu dalam waktu yang cukup lama.
Disesuaikan dengan Kondisi Masing-Masing UMKM
Penyampaian materi dilakukan secara fleksibel dengan menyesuaikan jenis usaha yang dijalankan oleh masing-masing pelaku UMKM. Pada UMKM keripik dan jajanan, edukasi lebih banyak dikaitkan dengan kebersihan proses produksi, penggunaan peralatan, serta keamanan dan kebersihan pengemasan.
Sementara itu, pada usaha rajut dan lembok, pembahasan lebih diarahkan pada aspek ergonomi, posisi kerja, serta keselamatan selama melakukan aktivitas produksi. Dengan demikian, pelaku UMKM tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai K3 secara umum, tetapi juga dapat memahami penerapannya sesuai dengan aktivitas usaha masing-masing.
Kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi dan diskusi secara langsung. Pelaku UMKM diberikan kesempatan untuk menyampaikan kondisi maupun kebiasaan yang selama ini dilakukan dalam menjalankan usaha, sehingga mahasiswa dapat memberikan edukasi yang lebih relevan dengan kebutuhan masing-masing.
Mendukung Lingkungan Kerja yang Aman dan Produktif
Melalui kegiatan edukasi ini, pelaku UMKM memperoleh pemahaman mengenai pentingnya penerapan K3 dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, bersih, dan nyaman.
Penerapan K3 diharapkan tidak hanya dapat mengurangi risiko kecelakaan dan gangguan kesehatan akibat aktivitas kerja, tetapi juga mendukung kelancaran proses usaha.
Program ini turut mendukung SDGs nomor 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya melalui upaya mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman dan layak bagi pelaku UMKM. Peningkatan kesadaran terhadap K3 diharapkan dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam mendukung keberlanjutan dan produktivitas usaha masyarakat Desa Banyusri.
Melalui edukasi yang dilakukan secara langsung dan menyesuaikan karakteristik masing-masing usaha, Sarah Ayu Setyaningsih berharap pengetahuan mengenai K3 dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh pelaku UMKM dalam kegiatan usaha sehari-hari.
“Semoga apa yang telah saya sampaikan dapat diaplikasikan oleh para pelaku UMKM sehingga usahanya lebih aman, bersih, dan nyaman,” harapnya.
Dengan demikian, UMKM tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan dalam proses menjalankan usaha.
Editor: Azis



