Mahasiswa paparkan materi dampak minyak jelantah dan pengelolaan yang ramah lingkungan
Jatengx.com, Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro (Undip) memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, mengenai bahaya penggunaan minyak jelantah secara berulang serta cara pengelolaan limbah rumah tangga yang ramah lingkungan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (1/8/2026) tersebut menyasar ibu rumah tangga yang dinilai memiliki peran penting dalam pengelolaan limbah rumah tangga sehari-hari.
Edukasi ini merupakan bagian dari program “Edukasi Bahaya Penggunaan Minyak Jelantah Berulang dan Pengelolaan Limbah Rumah Tangga yang Ramah Lingkungan”. Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perubahan kualitas minyak setelah digunakan berulang kali, dampaknya terhadap kesehatan, serta risiko pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah secara sembarangan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan materi secara interaktif menggunakan media PowerPoint. Peserta diberikan penjelasan mengenai perubahan kualitas minyak akibat penggunaan berulang serta dampak yang dapat ditimbulkan bagi kesehatan.
Selain itu, mahasiswa menjelaskan bahwa minyak jelantah tidak sebaiknya dibuang langsung ke tanah maupun saluran air. Pembuangan secara sembarangan dapat mencemari lingkungan dan berpotensi mengganggu kualitas sumber air.
Melalui edukasi tersebut, masyarakat juga diajak memahami bahwa pengelolaan minyak jelantah merupakan bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan. Minyak bekas memasak perlu ditangani dengan cara yang tepat agar tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan sekitar.
“Melalui edukasi ini, kami berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan dan mengelola minyak jelantah. Tidak hanya memperhatikan kesehatan keluarga, tetapi juga dampaknya terhadap lingkungan dan sumber air di sekitar tempat tinggal,” ujar Raisa Anezka Rahmania, mahasiswa FKM Undip.
Untuk mendukung keberlanjutan program, mahasiswa juga menyediakan booklet edukasi bagi peserta. Booklet tersebut berisi informasi mengenai bahaya penggunaan minyak jelantah secara berulang serta cara pengelolaan limbah minyak jelantah yang lebih tepat.
Keberadaan booklet diharapkan dapat membantu masyarakat mengingat kembali materi yang telah disampaikan sekaligus menjadi bahan bacaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Program tersebut juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-6, yakni Clean Water and Sanitation. Edukasi pengelolaan minyak jelantah menjadi salah satu langkah sederhana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah pencemaran air dan menjaga lingkungan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN FKM Undip berharap masyarakat Desa Sepat semakin memahami pentingnya menggunakan minyak goreng secara bijak dan mengelola minyak jelantah dengan cara yang bertanggung jawab.
Kesadaran tersebut diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan secara konsisten di lingkungan rumah tangga. Dengan langkah sederhana tersebut, masyarakat dapat turut menjaga kesehatan keluarga sekaligus mempertahankan kualitas lingkungan dan sumber air di Desa Sepat.
Penulis/Reporter: Raisa Anezka Rahmania
Editor: Azis






