
Jatengx.com, Boyolali – Desa Kauman, Kecamatan Wonosegoro dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan kemajuan bagi kehidupan masyarakatnya. Di bidang infrastruktur, pembangunan jalan fisik desa telah mencapai 100% menggunakan cor blok sesuai RPJMDes.
Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah menyentuh 207 unit sejak 2019 hingga 2026, berdampak pada meningkatnya kualitas hunian warga. Di bidang pendidikan, hampir 100% anak usia sekolah tetap bersekolah dengan angka putus sekolah mendekati nol.
Di sisi pemberdayaan ekonomi, Pemerintah Desa aktif mendorong pengembangan UMKM melalui pelatihan, keterlibatan dalam bazar dan pameran dari tingkat desa hingga kabupaten, serta pendampingan mahasiswa KKN dalam promosi dan pemasaran.
Produk UMKM Desa Kauman kini bahkan telah menembus pasar di luar Provinsi Jawa Tengah.
Program ini selaras dengan SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan data ekonomi UMKM desa, serta SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana dokumentasi dan promosi potensi desa.
Program penyusunan data ekonomi desa untuk website merupakan bagian dari program “PUSAKA” PUsat informasi dan promoSi potensi desA KAuman, yang digagas oleh mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro, dengan luaran berupa website resmi desa.
Alfarel, selaku ketua KKN-R Tim II Universitas Diponegoro sekaligus penanggung jawab program ini, menegaskan pentingnya digitalisasi data ekonomi desa.
“Desa Kauman punya banyak capaian membanggakan. Melalui program ini, kami ingin memastikan semua itu terdokumentasi dan bisa diakses siapa saja secara digital,” ujar Alfarel.
Dengan hadirnya rekap data ekonomi Desa Kauman di website resmi desa, diharapkan potensi dan capaian pembangunan dapat semakin dikenal masyarakat luas, calon investor, maupun mitra strategis.
“Program ini menjadi bagian dari langkah Desa Kauman menuju desa yang adaptif secara digital dan berdaya secara ekonomi secara berkelanjutan,” tutup alfarel
Editor: Azis



