
Jatengx.com, Boyolali – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi digital di Desa Kauman diwujudkan melalui penyusunan modul SAHABAT KAUMAN , singkatan dari “SAHABAT Belajar Literasi Digital untuk Harapan Masa Depan Desa Kauman”. Modul ini disusun sebagai media pembelajaran yang ditujukan bagi siswa kelas 5 dan 6 SDN Kauman dengan materi yang memperkenalkan konsep teknologi secara sederhana, interaktif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Penyusunan modul menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDGs 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan. Melalui pengenalan literasi digital sejak usia sekolah, siswa tidak hanya diarahkan untuk mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara kerja dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu materi utama dalam modul tersebut adalah “Perbedaan dan Eksperimen Mesin Cerdas dan Non-Cerdas” yang disusun oleh Buana, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro. Materi tersebut memperkenalkan siswa pada perbedaan antara mesin yang bekerja berdasarkan instruksi tetap dengan mesin yang memiliki kemampuan untuk mengolah informasi secara lebih adaptif.
“Melalui modul SAHABAT KAUMAN, kami mencoba memperkenalkan teknologi bukan hanya sebagai sesuatu yang digunakan sehari-hari, tetapi juga sebagai sesuatu yang dapat dipahami cara kerjanya. Anak-anak diajak mengenal perbedaan antara mesin cerdas dan non-cerdas, dasar pengkodean, hingga Artificial Intelligence melalui contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan mereka,” ujar Buana, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro yang menyusun materi Perbedaan dan Eksperimen Mesin Cerdas dan Non-Cerdas.
Pembelajaran kemudian dikembangkan melalui pengenalan pengkodean dan Artificial Intelligence (AI). Konsep tersebut tidak disampaikan dalam bentuk teori yang kompleks, melainkan melalui eksperimen dan contoh sederhana agar siswa dapat memahami hubungan antara perintah, proses, dan hasil. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membangun rasa ingin tahu siswa sekaligus memberikan dasar pemahaman mengenai bagaimana teknologi bekerja.
Menariknya, materi literasi digital tersebut turut dikaitkan dengan bidang akuntansi, sehingga siswa dapat melihat bahwa teknologi memiliki penerapan yang luas di berbagai bidang. Salah satu contoh yang digunakan adalah kalkulator.
Kalkulator membantu siswa memahami konsep sederhana mengenai input-process-output: angka dimasukkan sebagai input, kemudian mesin melakukan proses berdasarkan instruksi yang telah ditentukan, dan akhirnya menghasilkan output berupa perhitungan.
Konsep tersebut kemudian dapat menjadi pengantar untuk memahami bagaimana teknologi digunakan dalam akuntansi dan pemeriksaan. Dalam praktiknya, teknologi dapat membantu manusia melakukan perhitungan, mengolah data, membandingkan informasi, hingga membantu menemukan kemungkinan kesalahan dalam suatu data.
Melalui pendekatan tersebut, Modul SAHABAT KAUMAN tidak hanya berfungsi sebagai bahan pengenalan teknologi, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun cara berpikir logis, kritis, dan sistematis sejak dini. Siswa diperkenalkan bahwa teknologi bukan sekadar perangkat yang digunakan, melainkan alat yang bekerja melalui serangkaian instruksi dan proses yang dapat dipahami.
Penyusunan modul ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung SDGs 4, khususnya melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan penguatan literasi yang relevan dengan perkembangan zaman.
Di sisi lain, pengenalan teknologi kepada siswa di tingkat desa menjadi langkah untuk mendukung SDGs 10, karena akses terhadap pengetahuan dan literasi digital dapat menjadi salah satu faktor yang membantu mengurangi kesenjangan kesempatan belajar.
Dengan demikian, SAHABAT KAUMAN diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang memberikan bekal awal bagi generasi muda Desa Kauman untuk menghadapi perkembangan teknologi. Melalui pengenalan coding, mesin cerdas, dan Artificial Intelligence yang dikemas dalam materi sederhana, siswa tidak hanya diajak menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mulai memahami logika di balik teknologi tersebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi masa depan.
Penulis : Buana Burju Christian Sianipar
Editor: Azis



