Mahasiswa KKN Undip serahkan modul pembelajaran teknologi kepada Guru kelas V dan VI SDN Kauman
Jatengx.com, Boyolali — Anak-anak usia sekolah dasar kini tumbuh berdampingan dengan teknologi digital, mulai dari video rekomendasi, filter kamera, hingga asisten suara di ponsel. Namun keakraban tersebut belum tentu diiringi pemahaman tentang cara kerja teknologi yang mereka gunakan.
Menjawab kebutuhan tersebut, Alfarel Nawall Putra Shadat, mahasiswa Teknik Komputer Fakultas Teknik yang tergabung dalam tim KKN-R TIM II UNDIP 2026, menyusun modul pembelajaran bertajuk “Perangkat Keras & Perangkat Lunak, Berpikir Komputasional, dan Pengenalan Kecerdasan Artifisial” sebagai bagian dari modul besar “SAHABAT KAUMAN” yang ditujukan bagi siswa kelas V dan VI SDN Desa Kauman.
Program ini berangkat dari kondisi bahwa siswa SD di Desa Kauman belum memperoleh pengenalan mengenai dasar perangkat keras dan perangkat lunak komputer maupun konsep kecerdasan artifisial, sehingga dikhawatirkan tertinggal dalam literasi teknologi digital. Modul disusun dengan mengacu pada Modul Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk jenjang SD Fase C, khususnya pada elemen Berpikir Komputasional serta Literasi dan Etika Kecerdasan Artifisial, dengan sasaran siswa kelas V dan VI SDN Desa Kauman.
Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education), melalui penyusunan modul pembelajaran yang membekali siswa sekolah dasar dengan literasi teknologi dan kecerdasan artifisial sejak usia dini, sehingga siswa terbiasa berpikir sistematis dan siap menghadapi perkembangan zaman.
Selain itu, program ini juga sejalan dengan SDGs ke-9, yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation and Infrastructure), karena mendorong pengenalan konsep teknologi, komputasi, dan inovasi digital kepada generasi muda di wilayah pedesaan sejak dini, sebagai bekal untuk turut berperan dalam perkembangan inovasi teknologi di masa mendatang.
Materi dikemas dengan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan keseharian siswa, mencakup pengenalan perangkat keras dan perangkat lunak beserta perbedaannya, empat langkah berpikir komputasional (memecah masalah, mengenali pola, mengambil inti persoalan, dan menyusun algoritma), hingga pengenalan kecerdasan artifisial mulai dari cara kerjanya yang belajar dari data, contoh penerapannya di sekitar siswa, serta sikap bijak dalam menggunakannya.
Modul ini juga dilengkapi latihan menyusun langkah kegiatan sehari-hari, permainan kelompok, serta kuis evaluasi pemahaman agar siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga terbiasa menerapkannya.
“Anak-anak di sini sebenarnya sudah akrab dengan teknologi, tapi belum banyak yang tahu apa yang terjadi di baliknya. Kami ingin mereka paham dulu dasarnya, terbiasa berpikir runtut, dan sadar bahwa AI itu alat bantu yang tetap harus digunakan dengan hati-hati,” ungkap Alfarel.
Dengan tersedianya modul ini, diharapkan siswa SDN Desa Kauman memiliki bekal literasi teknologi sejak dini, terbiasa berpikir sistematis dalam menyelesaikan masalah, serta mampu memanfaatkan kecerdasan artifisial secara bijak dan bertanggung jawab, sebagai wujud kontribusi nyata terhadap pemerataan pendidikan berkualitas serta penguatan inovasi teknologi hingga ke wilayah pedesaan.
Penulis : Alfarel Nawall Putra Shadat
Editor: Azis



