Serah terima modul panduan koperasi untuk mendukung pengelolaan keberlanjutan
Jatengx.com, Semarang — Pengembangan koperasi di lingkungan pesantren membutuhkan perencanaan yang tidak hanya memperhatikan tata ruang, tetapi juga sistem pengelolaan yang terarah. Hal tersebut menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IDBU 61 Kelompok 3 Universitas Diponegoro (Undip) melalui penyusunan masterplan Koperasi Pondok Pesantren Asshodiqiyah di Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.
Penyusunan masterplan tersebut dilakukan sebagai upaya mendukung terciptanya lingkungan pesantren yang lebih tertata, terintegrasi, dan berkelanjutan. Program ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 11.a yang menekankan pentingnya penguatan perencanaan pembangunan yang terintegrasi.
Mahasiswa menyusun rancangan koperasi dengan memadukan sejumlah aspek, mulai dari tata kelola, penataan fasilitas, penyusunan Standard Operating Procedure (SOP), manajemen logistik, hingga administrasi dan keuangan.
Pendekatan lintas disiplin tersebut dilakukan agar pengembangan koperasi tidak hanya berorientasi pada aspek fisik. Sistem pengelolaan yang jelas juga diperlukan agar aktivitas koperasi dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Melalui masterplan yang disusun, Pondok Pesantren Asshodiqiyah diharapkan memiliki acuan dalam mengembangkan koperasi secara bertahap. Penataan ruang dan fasilitas yang lebih terencana juga diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan ruang di lingkungan pesantren.
Bagi mahasiswa KKNT IDBU 61 Kelompok 3, penyusunan masterplan pada Selasa (18/8) menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu sekaligus kontribusi dalam mendukung pengembangan potensi ekonomi masyarakat di lingkungan pesantren.
Ke depan, rancangan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi dapat menjadi acuan bagi pengelola dalam mengembangkan koperasi yang lebih tertata, efisien, dan berkelanjutan.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan lingkungan pesantren dapat dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan aspek ruang, tata kelola, dan aktivitas ekonomi masyarakat, sejalan dengan semangat SDGs 11.a.
Editor: Azis



