Siswa SDN 1 Bolali tunjukkan karya zine yang telah mereka buat dengan pendampingan Mutia Nafis (Mahasiswa KKN Undip)
Jatengx.com, Klaten – Mutia Nafis, mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Diponegoro, menyelenggarakan Program Literasi Kreatif melalui Pembuatan Zine bagi siswa kelas 3 SD Negeri 1 Bolali pada Selasa (4/8/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di SD Negeri 1 Bolali, Desa Bolali, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, ini dikemas dalam bentuk workshop pembuatan zine sederhana dengan tema “Cita-Citaku” sebagai bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro.
Program tersebut dilaksanakan sebagai upaya menghadirkan kegiatan literasi yang tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca dan memahami teks, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan ide, imajinasi, dan gagasan melalui perpaduan tulisan dan gambar.
Pendekatan tersebut juga mendorong siswa untuk mengenali serta memvisualisasikan cita-cita mereka melalui karya yang dibuat secara mandiri.
Kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Melalui kegiatan literasi yang interaktif dan kreatif, siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan membaca, menulis, berkomunikasi, serta mengekspresikan gagasan dengan cara yang sesuai dengan karakteristik dan dunia anak.
“Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung terciptanya pendidikan yang berkualitas melalui pengalaman belajar yang lebih aktif dan partisipatif,” ujar Mutia Nafis
Zine, atau fanzine, merupakan media publikasi mandiri yang dibuat oleh individu maupun kelompok kecil untuk menyalurkan minat, gagasan, dan pandangan melalui tulisan maupun gambar. Sebagai media literasi alternatif, zine dapat menjadi wadah bagi berbagai bentuk karya kreatif, khususnya dalam bidang seni dan sastra.
Dalam konteks pendidikan, zine dapat dimanfaatkan sebagai media literasi kreatif yang menggabungkan aktivitas membaca, menulis, dan berkarya secara visual sehingga memberikan ruang bagi anak untuk berekspresi sekaligus mengembangkan kreativitasnya.
Dalam kegiatan ini, zine diperkenalkan dalam bentuk sederhana dengan memanfaatkan selembar kertas A4 yang dilipat menjadi buku mini berisi delapan halaman. Format tersebut memungkinkan siswa untuk membuat karya secara mandiri dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami. Setiap halaman menjadi ruang bagi siswa untuk menuangkan ide, gambar, dan cerita mengenai cita-cita mereka.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan zine. Setelah memahami konsep dasar zine, siswa mengikuti workshop dengan mengisi setiap halaman menggunakan gambar dan narasi singkat sesuai dengan kreativitas masing-masing.
Selama proses berlangsung, Mutia memberikan pendampingan kepada siswa agar mereka dapat mengembangkan ide dan menyelesaikan karya masing-masing.

Melalui tema “Cita-Citaku”, siswa diberikan kebebasan untuk menuangkan gambaran mengenai cita-cita dan harapan mereka ke dalam bentuk visual maupun tulisan. Kegiatan ini menjadikan siswa tidak hanya sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai pencipta karya. Perpaduan antara menggambar dan menulis memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menyampaikan gagasan dengan cara yang dekat dengan karakteristik dan dunia mereka. Antusiasme siswa juga terlihat ketika beberapa siswa diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil karya yang telah dibuat. Sesi tersebut menjadi bagian dari apresiasi terhadap karya siswa sekaligus menjadi ruang untuk melatih keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan mereka dalam mengomunikasikan gagasan kepada orang lain.

Program Literasi Kreatif melalui Pembuatan Zine merupakan bagian dari rangkaian program edukasi yang dilaksanakan di SD Negeri 1 Bolali dengan tema “Bolali Cerdas, Bolali Berkarakter: Edukasi Multidisiplin untuk Generasi Emas Sekolah Dasar”. Melalui program yang berangkat dari bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi ini, literasi tidak hanya dipandang sebagai kemampuan mengakses dan memahami informasi, tetapi juga sebagai kemampuan untuk menciptakan, mengolah, dan menyampaikan gagasan melalui berbagai bentuk media.
Melalui kegiatan tersebut, Mutia Nafis berharap pengalaman membuat zine dapat menjadi alternatif kegiatan literasi yang menyenangkan sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk berani berimajinasi, menyampaikan gagasan, dan mengenali potensi dirinya.
Penulis/Reporter: Mutia Nafis
Fotografer: Wahyu Tri Yulianto
Kontak Media/Humas Kelompok: @kkn.desabolali
Editor: Azis



