Mahasiswa KKN-T IDBU 62 Undip bersama sebagian masyarakat setelah kegiatan multidisiplin di Kelurahan Kaligawe
Jatengx.com, Semarang — Upaya menciptakan lingkungan permukiman yang sehat dan berkelanjutan terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 62 Universitas Diponegoro (Undip) di Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.
Sebanyak 10 mahasiswa lintas fakultas melaksanakan rangkaian program multidisiplin sejak Juni hingga Agustus 2026. Kegiatan tersebut berfokus pada dua wilayah, yakni RW 05 dan RW 06, dengan mengangkat tema penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan permukiman berkelanjutan, serta pengembangan potensi lokal berbasis inovasi dan pemberdayaan masyarakat.
Program di RW 05 mengusung tema “Penguatan Kapasitas dan Pengembangan Permukiman Berkelanjutan Berbasis Partisipasi Masyarakat”. Sementara itu, kegiatan di RW 06 mengangkat tema “Pengembangan Potensi Lokal Berbasis Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat”.
Kedua tema tersebut dirancang untuk menjawab sejumlah persoalan dan potensi yang ditemukan di masyarakat, mulai dari kebersihan lingkungan, kesehatan, literasi, ketahanan pangan, hingga pengembangan ekonomi lokal.
Rangkaian kegiatan juga menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.
Dorong Lingkungan Sehat dan Partisipasi Warga di RW 05
Di RW 05, mahasiswa mengawali kegiatan dengan memberikan edukasi mengenai pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan sampah rumah tangga. Salah satunya melalui sosialisasi pembuatan eco-enzyme sebagai salah satu alternatif pemanfaatan sampah organik sekaligus solusi alami untuk membantu mengusir serangga.
Mahasiswa juga mendorong partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga. Edukasi tersebut diperkuat dengan penyebaran poster dan pemasangan spanduk yang berisi pesan mengenai kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Di bidang ketahanan pangan, mahasiswa memperkenalkan pemanfaatan daun pepaya sebagai bahan pakan fermentasi untuk budidaya ikan lele. Program tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif pemanfaatan bahan yang mudah ditemukan sekaligus mendukung kegiatan budidaya masyarakat.
Sementara dalam bidang literasi keuangan, mahasiswa menghadirkan program “RW 05 Merdeka Finansial”. Program ini bertujuan memberikan pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan kepada masyarakat.
Media sosial RW 05 juga dioptimalkan sebagai sarana komunikasi dan edukasi publik. Mahasiswa membantu menyusun kalender konten serta memberikan pendampingan dalam pembuatan dan publikasi konten agar informasi kegiatan masyarakat dapat disampaikan secara lebih menarik dan efektif.
Tidak berhenti pada edukasi, mahasiswa turut melakukan revitalisasi Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat hujan lebat dan banjir. Perbaikan dilakukan melalui penataan kembali area taman, pengaturan letak tanaman, hingga peningkatan estetika lingkungan.
Untuk mendukung pengelolaan taman secara berkelanjutan, mahasiswa menyusun panduan operasional yang mencakup persiapan lahan, penanaman, pemupukan, penanganan kondisi darurat akibat banjir, serta persiapan menghadapi musim hujan.
Mahasiswa juga melakukan observasi dan perencanaan sistem Pemanenan Air Hujan (PAH). Perencanaan tersebut meliputi identifikasi area tangkapan air, analisis kebutuhan air, konsep desain, skema sistem, kapasitas tampungan, potensi efektivitas, hingga penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Selain itu, mahasiswa KKN-T turut merancang fasilitas sanitasi umum berupa kamar mandi komunal di RW 05. Rancangan tersebut mencakup denah, tampak, potongan bangunan, teras tempat wudu, sistem penyediaan air bersih, serta pembuangan air kotor.
Sebagai pendukung rencana pembangunan, mahasiswa menyusun gambar kerja teknis atau Detailed Engineering Design (DED) dan RAB. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sanitasi dan akses air bersih bagi anak-anak PAUD serta masyarakat sekitar.

Kembangkan Urban Farming di RW 06
Sementara itu, kegiatan di RW 06 diarahkan pada pengembangan potensi lokal, khususnya urban farming dan pemberdayaan masyarakat di kawasan permukiman padat.
Mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) dari sampah organik rumah tangga kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) RW 06. Materi yang diberikan meliputi manfaat MOL, tahapan pembuatan, hingga cara penggunaannya untuk tanaman.
Pengolahan sampah organik tersebut diharapkan dapat menghasilkan produk yang bermanfaat sekaligus mendukung kegiatan pertanian di lahan terbatas. Mahasiswa kemudian mengembangkan sistem penanaman vertikultur sebagai alternatif budidaya tanaman di kawasan permukiman yang memiliki keterbatasan lahan.
Penguatan infrastruktur kebun urban farming juga menjadi bagian dari kegiatan. Mahasiswa menyusun rancangan pagar bambu dan pemasangan paranet, serta membuat perencanaan sistem penyediaan air dengan memanfaatkan air sungai untuk mendukung kebutuhan penyiraman tanaman.
Potensi urban farming juga dikembangkan dari sisi ekonomi. Mahasiswa menyusun strategi branding dan pemasaran, sekaligus melakukan identifikasi peluang kemitraan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan usaha sekaligus memperluas pemasaran produk hasil kegiatan masyarakat.
Media sosial RW 06 turut dioptimalkan untuk mempublikasikan berbagai kegiatan dan potensi masyarakat, termasuk produk pertanian dan pupuk kompos yang dihasilkan warga.

Perkuat Literasi dan Administrasi Masyarakat
Selain lingkungan dan ekonomi, mahasiswa juga memberikan perhatian pada penguatan literasi masyarakat. Salah satunya melalui penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan Taman Baca RW 06.
Mahasiswa juga merancang elemen interior ruang baca yang adaptif dan hemat ruang agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dalam kondisi lingkungan permukiman yang memiliki keterbatasan ruang.
Dalam bidang administrasi, mahasiswa membantu penyusunan inventaris buku serta pembukuan penjualan bibit KWT. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memiliki sistem pencatatan yang lebih tertib dan mudah dikelola.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan oleh 10 mahasiswa KKN-T IDBU 62 Kelompok 5, yakni Akmalia Rahma Rosida, Agisa Putri Azzahra, Al Fiyah, Ananta Dimas Nugraha, Chrisborn Hutasoit, E Winda Swandayani, Ibrahim Abdul Wafa, Imelika Selly Fitrotun Nuha, Maulida Nurmayanti, dan Muhammad Tsaqif Althof. Kegiatan tersebut berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Priyo Nugroho Parmantoro, S.T., M.Eng.
Melalui berbagai program tersebut, Kelompok 5 KKN-T IDBU 62 Undip berupaya mendorong masyarakat Kelurahan Kaligawe untuk tidak hanya menjadi penerima program, tetapi juga terlibat dalam proses pengembangan lingkungan dan potensi wilayahnya.
Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan permukiman yang lebih sehat, inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. Selain menjawab persoalan yang ada, berbagai program tersebut juga diharapkan dapat memberikan bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal secara mandiri dan berkelanjutan.
Penulis: Mahasiswa Kelompok 5 KKN-T IDBU 62 Undip
Dosen Pembimbing Lapangan: Priyo Nugroho Parmantoro, S.T., M.Eng.
Editor: Azis



