Shabrina Putri Purwanto dan Rahma Kartika Sari berfoto bersama siswa kelas III SDN 07 Kendaldoyong
Jatengx.com, Pemalang – Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan edukasi kolaboratif di SDN 07 Kendaldoyong melalui program “Pilah Sampah, Cegah Banjir Sejak Dini” dan “Pengembangan Kognitif Anak melalui Pembelajaran Matematika Berbasis Permainan” terlaksana pada Selasa (28/7/2026).
Kegiatan yang menyasar guru sebagai penerima utama program dan melibatkan 27 siswa kelas III tersebut dilaksanakan dengan pendekatan Training of Trainers (ToT) agar metode dan media pembelajaran yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh guru.
“Pendekatan ToT dipilih untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada guru dalam memanfaatkan media edukatif serta metode pembelajaran yang dapat diterapkan kembali secara mandiri dalam kegiatan belajar mengajar,” ucap Shabrina Putri Purwanto
Kegiatan ini didukung oleh Ibu Inayah selaku Kepala SDN 07 Kendaldoyong dan dilaksanakan bersama Ibu Kinanti Arum Setiyowati selaku wali kelas III.

Program “Pilah Sampah, Cegah Banjir Sejak Dini” yang diinisiasi oleh Shabrina Putri Purwanto berfokus pada peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan sampah sebagai salah satu upaya pencegahan banjir.
Mahasiswa menyampaikan materi yang muatannya meliputi penyebab banjir akibat sampah yang menyumbat saluran air, dampak banjir, langkah sederhana pencegahan banjir, serta pengenalan empat kategori sampah, yaitu organik, anorganik yang dapat didaur ulang, residu, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).
Sementara itu, program “Pengembangan Kognitif Anak melalui Pembelajaran Matematika Berbasis Permainan” yang diinisiasi oleh Rahma Kartika Sari memperkenalkan metode pembelajaran matematika dasar dengan memanfaatkan permainan edukatif.
Rahma merancang metode tersebut sebagai alternatif pembelajaran yang lebih interaktif sehingga siswa dapat memahami konsep matematika melalui aktivitas bermain sekaligus melatih kemampuan kognitif.
Setelah penyampaian materi kepada guru, sebanyak 27 siswa kelas III dilibatkan dalam praktik penerapan kedua metode tersebut. Pada kegiatan edukasi pengelolaan sampah, siswa mengikuti permainan pemilahan sampah berdasarkan empat kategori yang telah diperkenalkan.

Sementara itu, pada pembelajaran matematika, siswa memainkan ular tangga yang telah dimodifikasi dengan soal-soal matematika. Siswa secara bergantian melempar dadu, menjalankan pion, kemudian menjawab soal sesuai dengan petak yang ditempati.
Mahasiswa menyampaikan siswa tidak hanya belajar berhitung, tetapi juga dilatih untuk terbiasa berpikir dan menghadapi tantangan.
“Permainan ular tangga yang sudah dimodifikasi dengan permasalahan matematika dapat mendorong siswa berpikir logis, mengingat, mengambil keputusan, dan memecahkan masalah,” ujar Rahma
Kegiatan ini sekaligus memberikan kesempatan kepada guru untuk melihat secara langsung penerapan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan di dalam kelas.
Kedua program tersebut menghasilkan media pembelajaran yang dapat digunakan kembali oleh guru. Program pengelolaan sampah menghasilkan materi presentasi, pamflet edukatif, serta media permainan pemilahan sampah.
Adapun program pembelajaran matematika menghasilkan modul pembelajaran dan media permainan edukatif yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar.
Pelaksanaan kedua program turut mendukung SDG Desa 4 tentang Pendidikan Desa Berkualitas melalui peningkatan kapasitas guru serta penyediaan metode dan media pembelajaran yang interaktif.
Selanjutnya, edukasi pengelolaan sampah juga mendukung SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui peningkatan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mencegah penyumbatan saluran air, dan mengurangi risiko banjir.
Selain itu, kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan pihak sekolah dalam penerapan metode pembelajaran inovatif turut mendukung SDG Desa 18 tentang Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif.
Melalui kegiatan ini, guru diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkan kembali metode dan media yang telah diperkenalkan secara mandiri. Keterlibatan siswa dalam praktik turut menjadi pengalaman pembelajaran yang menyenangkan sekaligus memberikan gambaran kepada guru mengenai penerapan metode edukasi yang lebih aktif dan partisipatif.
Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang edukatif, interaktif, peduli lingkungan, dan adaptif terhadap kebutuhan siswa.
Penulis/Reporter: Shabrina Putri Purwanto dan Rahma Kartika Sari
Fotografer: Ni Putu Andhita Kinarsih
Kontak Media/Humas Kelompok: kkndesakendaldoyong26@gmail.com
Editor: Azis



