Mahasiswa lakukan pendekatan kuantitatif dalam pemilahan sampah di Desa Banyurip dan serahkan booklet multidisiplin kepada masyarakat
Jatengx.com, Sragen – Dalam upaya mendukung keberlanjutan program pengelolaan sampah terpadu, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro menghadirkan pendekatan kuantitatif dalam pemilahan sampah di Desa Banyurip. Langkah ini direalisasikan melalui penyusunan bagian/bab khusus mengenai estimasi timbunan sampah rumah tangga yang terintegrasi ke dalam Booklet Multidisiplin Pengelolaan Sampah Desa Banyurip.
Pengembangan materi permodelan matematika ini digagas langsung oleh Dienul Haaqim, mahasiswa Program Studi Matematika, Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Undip.
Berdasarkan acuan standar nasional (SNI 19-3983-1995), rata-rata limbah domestik perdesaan di Indonesia menghasilkan sekitar 0,4 kg (setara 2 liter) sampah per orang setiap harinya.
Melalui formulasi matematika sederhana, Dienul menyusun tabel estimasi beban sampah harian hingga bulanan berdasarkan skala jumlah anggota keluarga, mulai dari keluarga kecil (2–3 orang) hingga keluarga besar (5 orang).
Mahasiswa menyampaikan penghitungan kuantitatif ini penting disosialisasikan agar pemerintah desa dan warga memiliki gambaran riil mengenai volume sampah yang dihasilkan.
“Konsumsi masyarakat yang tinggi dapat diperkirakan limbah melalui perhitungan kuantitatif menggunaman tabel beban estimasi sampah,” ujarnya.
Sebagai gambaran, jika Desa Banyurip memiliki 100 rumah tangga (sekitar 400 jiwa), estimasi sampah yang dihasilkan mencapai 160 kg per hari (sekitar 800 liter) atau setara 4,8 ton per bulan. Angka ini menjadi acuan dasar bagi desa untuk menentukan kebutuhan armada pengangkut serta mengukur potensi pengelolaan kompos dan bank sampah secara mandiri.
Inisiatif ini mendapat apresiasi positif dari pihak pemerintah desa. Kepala Desa Banyurip menyampaikan bahwa terbantu atas program yang dilaksanakan mahasiswa dalam bidang pengelolaan sampah.
“Adanya kalkulasi estimasi sampah dari mahasiswa KKN Undip ini memberikan kita gambaran riil berbasis angka, sehingga pemerintah desa bisa lebih terukur dalam merencanakan kebutuhan fasilitas kebersihan dan mengedukasi warga pentingnya memilah sampah sejak dari rumah,” ujar Kepala Desa Banyurip.
Selain itu, inisiatif ini secara langsung mendukung pencapaian SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, khususnya target 12.5 dalam mereduksi akumulasi limbah ke TPA melalui pemilahan 60% sampah organik (kompos), 30% sampah anorganik (bank sampah), dan 10% residu dari sumbernya.
Penyediaan data berbasis angka ini juga sejalan dengan SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) untuk tata kelola kebersihan desa, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) guna menekan emisi gas metana dari sampah organik yang tidak terkelola.
Penyusunan materi estimasi ini dilaksanakan sepanjang periode KKN dan diserahkan kepada Pemerintah Desa Banyurip sebagai bagian dari Booklet Multidisiplin. Luaran ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat akan dampak limbah harian sekaligus memberikan solusi bernilai ekonomi bagi warga Desa Banyurip.
Penulis: Dienul Haaqim
Editor: Azis



