Mahasiswa bersama ibu-ibu fatayat sesuai belajar pemanfaatan sekam padi menjadi briket
Jatengx.com, Pemalang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Tim II Tahun Akademik 2025/2026 di Desa Cibiyuk, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, melaksanakan program kerja berupa pelatihan pembuatan briket berbahan dasar sekam padi. Kegiatan yang berlangsung pada 2–9 Agustus 2026 tersebut dilaksanakan di Balai Desa Cibiyuk dan bersama perkumpulan ibu-ibu Fatayat Desa Cibiyuk.
Program ini berangkat dari kondisi Desa Cibiyuk yang memiliki potensi pertanian cukup besar. Sebagian masyarakat setempat bekerja sebagai petani, sehingga aktivitas pertanian dan penggilingan padi menghasilkan sekam dalam jumlah yang cukup banyak. Selama ini, pemanfaatan sekam padi masih belum optimal dan sebagian besar hanya digunakan atau dijual dengan nilai ekonomi yang terbatas.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Undip memperkenalkan alternatif pemanfaatan sekam padi dengan mengolahnya menjadi briket. Selain dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif, produk tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Menurut salah satu mahasiswa KKN Undip, Ramadhan Putra Satria, pemanfaatan sekam padi menjadi briket merupakan salah satu bentuk pengolahan limbah pertanian yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kami melihat sekam padi bukan hanya sebagai limbah dari proses pertanian, tetapi juga sebagai bahan yang masih dapat dimanfaatkan. Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan pengetahuan dan keterampilan sederhana kepada masyarakat agar sekam padi dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat sekaligus berpotensi menjadi peluang usaha,” ujar Ramadhan Putra Satria saat ditemui dalam kegiatan.
Pelaksanaan program diawali dengan pemaparan materi mengenai sekam padi, manfaatnya, serta potensi pengolahannya sebagai bahan bakar alternatif. Dalam penyampaian materi mahasiswa juga membagikan leaflet edukasi kepada setiap peserta yang hadir.
Setelah penyampaian materi, mahasiswa memberikan demonstrasi secara langsung mengenai tahapan pembuatan briket. Peserta juga memperoleh brosur yang berisi panduan pembuatan briket sehingga proses tersebut dapat dipelajari dan dipraktikkan kembali secara mandiri.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Masyarakat diberikan kesempatan untuk mengetahui lebih jauh mengenai proses pengolahan, bahan yang digunakan, hingga pemanfaatan briket yang telah dihasilkan. Setelah demonstrasi, peserta turut mengikuti praktik pembuatan briket dengan pendampingan mahasiswa KKN.
Tidak hanya berfokus pada proses produksi, mahasiswa juga mengenalkan aspek pemasaran sebagai bagian dari pengembangan usaha. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pendampingan pembuatan akun Shopee bersama salah satu warga Desa Cibiyuk. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi pengenalan awal terhadap pemasaran produk secara digital apabila usaha briket nantinya dikembangkan oleh masyarakat.
Ketua KKN Undip Tim II Tahun Akademik 2025/2026 Desa Cibiyuk, Suryo Nugroho, menyampaikan bahwa program tersebut disusun berdasarkan potensi lokal yang tersedia di masyarakat.
“Kami melihat adanya potensi sekam padi yang cukup besar sebagai hasil samping kegiatan pertanian masyarakat. Melalui program ini, kami berusaha mengenalkan cara sederhana untuk mengolah sekam menjadi briket yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif sekaligus dikembangkan menjadi peluang usaha,” jelasnya.
Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta mengikuti setiap tahapan, mulai dari penyampaian materi, demonstrasi, praktik, hingga diskusi mengenai kemungkinan pengembangan produk. Kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi dari perangkat desa.
Salah satu Kepala Dusun I Desa Cibiyuk, Ibu Kusdinah, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN Undip.
“Kami berterima kasih atas pengetahuan baru yang diberikan kepada masyarakat. Dari kegiatan ini, kami jadi mengetahui bahwa sekam padi yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata masih dapat diolah menjadi briket dan memiliki nilai ekonomi. Semoga pengetahuan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu ide usaha bagi masyarakat Desa Cibiyuk,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama mahasiswa KKN, masyarakat, dan sejumlah perangkat Desa Cibiyuk. Melalui program ini, mahasiswa KKN Undip berharap masyarakat dapat melihat potensi sekam padi dari sudut pandang yang berbeda, tidak hanya sebagai limbah pertanian, tetapi juga sebagai bahan baku yang dapat diolah menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Undip dalam mendorong pemanfaatan potensi lokal, pengembangan keterampilan masyarakat, serta pengenalan peluang usaha berbasis sumber daya yang tersedia di Desa Cibiyuk.
Penulis/reporter: Ramadhan Putra
Kontak media/ Humas kelompok: @cibiyukukuruyuk
Editor: Azis



