Mahasiswa kenalkan pengolahan POC berbahan urin ternak ruminansia di Desa Wonorejo
Jatengx.com, Sragen – Limbah ternak tidak selalu harus berakhir sebagai buangan. Urin sapi dan kambing, misalnya, dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair (POC) setelah melalui proses pengolahan dan fermentasi yang tepat.
Potensi tersebut dikenalkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) melalui program pengolahan POC berbahan urin ternak ruminansia di Desa Wonorejo, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen.
Program yang digagas Fahriza Wildan Danendra, mahasiswa KKN Tim II Undip, tersebut menyasar Kelompok Tani Sumber Mukti dan peternak di Desa Wonorejo. Kegiatan menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam bidang sosial kemasyarakatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (saintek).
Selama ini, urin ternak sapi maupun kambing belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat. Padahal, dengan pengolahan yang sesuai, urin ternak dapat menjadi salah satu bahan pupuk organik yang membantu menyediakan unsur hara bagi tanaman.
“Urin ternak yang selama ini dianggap sebagai limbah sebenarnya masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Melalui proses fermentasi yang tepat, bahan tersebut dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang lebih bermanfaat bagi pertanian,” ujar Fahriza.
Dalam pelaksanaannya, Fahriza berperan dalam proses teknis pengolahan dan peracikan pupuk cair berbahan urin ternak ruminansia. Kegiatan dilakukan bersama tim Saintek KKN Undip dengan pembagian peran yang saling melengkapi.

Selain proses pembuatan pupuk, mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama pengolahan. Penggunaan media fermentasi dan pemanfaatan mikroorganisme lokal (MOL) dari buah afkir juga diperkenalkan sebagai bagian dari proses pengolahan.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat masyarakat tidak hanya mengetahui hasil akhirnya, tetapi juga memahami tahapan pengolahan serta hal-hal yang perlu diperhatikan selama proses fermentasi.
Bagi kelompok tani dan peternak, pemanfaatan urin ternak dapat menjadi alternatif dalam mengelola limbah sekaligus mendukung kegiatan pertanian. Bahan yang sebelumnya tidak termanfaatkan dapat diolah kembali sehingga memiliki nilai guna.
Mahasiswa KKN Undip berharap pengetahuan tersebut dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat Desa Wonorejo. Pengolahan urin ternak menjadi POC juga diharapkan dapat membantu mengurangi limbah peternakan dan menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pupuk kimia.
Lebih jauh, pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik menunjukkan bahwa pengelolaan pertanian dan peternakan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi. Limbah dari kegiatan peternakan dapat dikembalikan untuk mendukung kegiatan pertanian sehingga menciptakan pola pemanfaatan sumber daya yang lebih berkelanjutan.
Penulis : Fahriza Wildan Danendra, mahasiswa KKN Reguler 127 Universitas Diponegoro
Editor: Azis



