
PEMALANG, 14 Agustus 2026 – Kelompok Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tim II TA 2025/2026 Desa Cibiyuk, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, melaksanakan penyuluhan mengenai material yang digunakan untuk mendukung pengembangan UMKM briket arang sekam padi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Pelatihan Pembuatan Briket Sekam Padi sebagai Peluang Usaha Baru di Desa Cibiyuk yang dilaksanakan pada 2–9 Agustus 2026 di Balai Desa Cibiyuk dan perkumpulan ibu-ibu Fatayat Desa Cibiyuk.
Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk mengenalkan pemanfaatan sekam padi sebagai bahan yang dapat diolah menjadi briket sekaligus memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah pertanian. Program tersebut dilaksanakan dengan melihat kondisi Desa Cibiyuk yang didominasi oleh lahan pertanian dan sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani. Aktivitas pertanian menghasilkan sekam padi sebagai salah satu hasil samping penggilingan gabah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pengolahan menjadi briket, sekam padi diperkenalkan sebagai bahan bakar alternatif yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Suryo Nugroho, mahasiswa Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, berperan dalam memberikan penyuluhan mengenai material yang digunakan untuk mendukung pembuatan briket arang sekam padi. Penyampaian materi dilakukan secara sederhana agar dapat dipahami oleh masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan briket secara langsung. Peserta juga mendapatkan brosur berisi tutorial pembuatan briket sebagai panduan serta mengikuti sesi tanya jawab mengenai proses pembuatan briket sekam padi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pendampingan praktik pembuatan briket bersama masyarakat.
Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan peserta dalam setiap rangkaian kegiatan. Salah satu Kepala Dusun I Desa Cibiyuk, Ibu Kusdinah, menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa KKN Undip atas pengetahuan baru yang diberikan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah sekam padi.
“Kami berterima kasih atas pengetahuan baru yang diberikan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah sekam padi. Kegiatan ini memberikan gambaran bahwa sekam yang selama ini hanya dianggap limbah pertanian dapat diolah menjadi briket yang menambah nilai ekonomis. Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu ide usaha bagi masyarakat Desa Cibiyuk,” ujarnya.
Selain penyuluhan dan praktik pembuatan briket, kegiatan juga dilanjutkan dengan pembuatan akun Shopee bersama salah satu masyarakat Desa Cibiyuk sebagai langkah awal untuk mendukung pemasaran dan pengembangan usaha briket sekam padi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan bahwa pemanfaatan sekam padi tidak hanya dapat mengurangi limbah pertanian, tetapi juga berpotensi menghasilkan produk bernilai ekonomi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip berupaya memberikan pengetahuan dasar kepada masyarakat mengenai pemanfaatan sekam padi dan material pendukung dalam pembuatan briket. Dengan adanya penyuluhan, demonstrasi, serta praktik langsung, masyarakat diharapkan memiliki bekal untuk mengembangkan pemanfaatan sekam padi secara lebih produktif dan menjadikannya sebagai salah satu peluang usaha berbasis potensi lokal Desa Cibiyuk.
Penulis/Reporter : Suryo Nugroho
NIM : 21090123140101
Kontak Media/Humas Kelompok : @cibiyukukuruyuk





