
KABUPATEN SUKOHARJO, 18 Agustus 2026 — Suasana ceria dan penuh tawa mewarnai ruang kelas TK Desa Pojok pada Senin pagi (14/8). Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II dari Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan program edukasi bertajuk “Kenali Diriku dan Perasaanku” yang diikuti oleh puluhan anak-anak usia dini di desa setempat.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Pojok ini diinisiasi sebagai respons terhadap masih minimnya pemahaman anak-anak tentang emosi dasar dan cara mengelolanya. Dengan menyasar anak-anak usia dini yang berada dalam masa golden age perkembangan, program ini bertujuan untuk memperkenalkan empat emosi dasar yaitu senang, sedih, marah, dan takut, sekaligus mengajarkan keterampilan sederhana dalam mengelola perasaan dengan cara yang menyenangkan.
Ketua KKN Kelompok, Ratu Aisyah, menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus dengan pendekatan bermain sambil belajar agar mudah dipahami oleh anak-anak usia dini. “Kami melihat bahwa kecerdasan emosional seringkali terabaikan dalam pendidikan anak usia dini. Padahal, kemampuan mengenali dan mengelola perasaan adalah bekal penting untuk kehidupan sosial mereka ke depan. Melalui program ‘Kenali Diriku dan Perasaanku’, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa semua perasaan itu wajar dan penting untuk dikelola dengan baik,” ujarnya di sela-sela kegiatan dengan penuh semangat.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sesi perkenalan interaktif melalui permainan “Tebak Ekspresi”, di mana mahasiswa memperagakan berbagai ekspresi wajah dan anak-anak diminta menebak perasaan apa yang sedang ditunjukkan. Kemudian, dilanjutkan dengan pemaparan materi emosi dasar menggunakan media gambar berwarna-warni yang menarik perhatian anak-anak. Puncak acara adalah sesi praktik mengelola perasaan, di mana anak-anak diajarkan teknik menarik napas dalam-dalam saat marah, cara mengungkapkan perasaan sedih dengan bercerita pada teman atau orang tua, serta aktivitas menyanyi dan menggambar sebagai sarana mengekspresikan emosi positif.
Anak-anak tampak sangat antusias mengikuti setiap sesi. Satu per satu mereka dengan berani maju ke depan untuk mempraktikkan apa yang telah diajarkan. Salah satu peserta, Nashwa (6 tahun), dengan polosnya mengatakan, “Aku suka sekali! Sekarang aku tahu kalau sedih itu boleh, tapi nanti harus cerita ke orang tua atau guru ya!”
Salah satu orang tua anak di Desa Pojok, Ibu Purwanti, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kontribusi nyata dari para mahasiswa KKN. “Program ini sangat tepat sasaran dan datang di waktu yang pas. Anak-anak kami benar-benar butuh pemahaman tentang emosi, apalagi setelah masa pandemi yang membatasi interaksi sosial mereka. Kami sangat berterima kasih atas pendekatan kreatif dan ramah anak yang ditunjukkan oleh adik-adik mahasiswa. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi program rutin di sekolah kami,” tuturnya dengan mata berbinar penuh haru.
Kegiatan edukasi ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh keceriaan, di mana anak-anak dan mahasiswa berpose dengan poster-poster edukatif yang telah dibuat. Sebagai penutup, dilakukan ramah tamah antara mahasiswa, guru, dan anak-anak usi dini yang diakhiri dengan pembagian sertifikat partisipasi dan bingkisan kecil sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan anak-anak selama kegiatan berlangsung.
Harapan ke depan, program “Kenali Diriku dan Perasaanku” tidak hanya berhenti di sini. Mahasiswa KKN berencana untuk membuat modul sederhana yang dapat digunakan sebagai panduan dalam mengajarkan kecerdasan emosional kepada anak-anak secara berkelanjutan. Sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan orang tua pun diharapkan terus terjalin demi tumbuh kembang anak-anak di Desa Pojok yang lebih optimal.
Penulis / Reporter: Farrel Patangga Maheswari
Kontak Media / Humas Kelompok: kknpojokundip@gmail.com



