
Dukung Pertanian Organik Wonorejo, Mahasiswa KKN Undip Rancang Media Fermentasi Pupuk Cair dari Galon Bekas
Jatengx.com, Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) Periode 2025/2026, Kalbadri Fauzan Arief Marchiko dari program studi Rekayasa Perancangan Mekanik Sekolah Vokasi, berkolaborasi dalam program sosial kemasyarakatan Saintek di Desa Wonorejo, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini berfokus pada pembuatan media fermentasi pupuk organik cair (POC) berbahan dasar urin ternak bersama Kelompok Tani dan Ternak Sumber Mukti sebagai kontribusi nyata terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin 2 (Tanpa Kelaparan/Pertanian Berkelanjutan) dan poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Desa Wonorejo memiliki potensi peternakan yang cukup besar, namun limbah cair berupa urin ternak belum dimanfaatkan secara optimal. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN menggandeng Kelompok Tani dan Ternak Sumber Mukti untuk menghadirkan solusi instalasi fermentasi anaerobik yang ramah di kantong dengan memanfaatkan galon bekas sekali pakai.
Kalbadri Fauzan Arief Marchiko menjelaskan bahwa pemilihan galon bekas sekali pakai memiliki banyak keunggulan praktis bagi warga. “Galon bekas sekali pakai sangat mudah dicari di lingkungan masyarakat sekitar, harganya murah, kedap udara, serta bodinya yang transparan memudahkan pemantauan proses fermentasi tanpa harus membuka wadah,” jelasnya.
Untuk memastikan proses fermentasi berjalan aman dan optimal, Kalbadri merancang instalasi katup pembuangan gas satu arah yang sederhana namun efektif. Sistem ini menggunakan selang kecil yang dihubungkan dari tutup galon lalu dicelupkan ke dalam botol plastik bekas berukuran 1,5 liter berisi air.
”Dengan mencelupkan ujung selang ke dalam botol 1,5 liter berisi air, gas metana hasil fermentasi dapat keluar secara alami dan berjalan satu arah tanpa membiarkan udara luar masuk ke dalam galon, sehingga proses fermentasi tetap steril dan anaerob,” tambah Kalbadri.
Anggota Kelompok Tani dan Ternak Sumber Mukti menyambut baik demonstrasi perakitan instalasi ini. Mereka menilai inovasi wadah galon bekas berkatup selang air tersebut sangat aplikatif, hemat biaya, dan mendukung prinsip ekonomi sirkular dalam mengolah limbah kandang menjadi pupuk cair bernilai ekonomi tinggi guna menyuburkan lahan persawahan.
Kepala Desa Wonorejo, Mulyono, mengapresiasi kolaborasi inovasi tepat guna bersama Kelompok Tani dan Ternak Sumber Mukti ini. Diharapkan instalasi media fermentasi pupuk cair ini dapat membantu petani menekan biaya pembelian pupuk kimia sekaligus menjaga kebersihan sanitasi lingkungan desa secara berkelanjutan.
Penulis: Kalbadri Fauzan Arief Marchiko
Editor: Tim KKN Desa Wonorejo




