Mahasiswa serahkan modul edukasi sampah kepada peserta yang digunakan sebagai pegangan yang dapat digunakan dalam pengelolaan sampah
Jatengx.com, Batang — Menjaga laut tidak selalu harus dilakukan langsung di wilayah pesisir. Upaya menjaga ekosistem laut juga dapat dimulai dari lingkungan tempat tinggal melalui kebiasaan sederhana, salah satunya dengan memilah dan mengelola sampah dengan baik. Kebiasaan tersebut menjadi bagian penting dalam mengurangi sampah yang berpotensi mencemari lingkungan dan terbawa hingga ke laut.
Hal tersebut menjadi fokus program “Sahabat Laut: Edukasi Pemilahan Sampah demi Laut yang Lestari” yang dilaksanakan mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro di Desa Terban, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang. Program ini merupakan bagian dari tema TERBAN SIRKULAR: Sinergi Inovasi Rumah Tangga Kelola Limbah untuk Lahan dan mengangkat pentingnya kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan ekosistem laut.
Kegiatan diawali dengan pengumpulan informasi mengenai pemilahan sampah laut, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan materi edukasi tentang jenis dan dampak sampah laut. Materi tersebut dikembangkan menjadi modul singkat sebagai media edukasi dan kemudian disampaikan melalui sosialisasi kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, warga diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis sampah, cara memilah berdasarkan kategorinya, serta pentingnya mengelola sampah dengan baik agar dapat mengurangi potensi pencemaran lingkungan dan laut.

Pelaksanaan program berjalan dengan baik dan mencapai target sosialisasi dengan tingkat partisipasi warga yang baik. Materi mengenai jenis sampah, cara pemilahan, dan dampaknya terhadap lingkungan berhasil disusun dan disampaikan kepada masyarakat.
Akan tetapi, masih terdapat warga yang belum terbiasa membedakan sampah berdasarkan kategorinya. Kondisi tersebut menjadi salah satu hambatan dalam pelaksanaan kegiatan sehingga diperlukan penjelasan serta contoh secara langsung agar proses pemilahan lebih mudah dipahami dan diterapkan.
Melalui kegiatan ini, warga memperoleh pemahaman baru mengenai jenis-jenis sampah laut, cara memilah sampah berdasarkan kategori, serta dampaknya terhadap ekosistem laut. Warga juga mulai memahami bahwa pemilahan sampah dapat dilakukan sejak dari rumah.
Modul edukasi juga disiapkan untuk tidak lanjut kegiatan dan didistribusikan dalam bentuk PowerPoint, digunakan dalam sosialisasi, serta dibagikan kepada kepala desa agar materi dapat dimanfaatkan kembali sebagai media informasi bagi masyarakat.
Bagi mahasiswa Ilmu Kelautan, kegiatan ini menjadi bentuk nyata bahwa menjaga ekosistem laut dapat dimulai dari daratan. Pengetahuan mengenai sampah laut tidak hanya disampaikan sebagai informasi, tetapi diarahkan agar masyarakat dapat mulai menerapkannya melalui tindakan sederhana di lingkungan sekitar.
Dari memilah sampah sejak dari rumah, menjaga lingkungan sekitar, hingga bersama-sama mengurangi potensi pencemaran laut, langkah kecil masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menjaga laut tetap lestari.
Penulis: Melinda Rizkiyanti
Editor: Azis



