
KLATEN, 2026 – Dalam upaya mengoptimalkan potensi ekonomi lokal serta memperkuat daya saing usaha desa, Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro TA 2026/2027 sukses menyelenggarakan Program Multidisiplin 1 di Desa Duwet, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Program ini mengusung tema pemberdayaan ekonomi desa melalui optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta peningkatan literasi keuangan masyarakat dengan mengintegrasikan keahlian lintas disiplin ilmu dari sepuluh mahasiswa KKN. Seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang untuk mendukung pencapaian SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan kapasitas usaha desa berbasis inovasi.
Penguatan tata kelola BUMDes Suka Mulya menjadi salah satu pilar utama dalam program ini. Mahasiswa menyusun infografis profil kelembagaan BUMDes untuk diintegrasikan ke dalam website resmi desa, serta memasang banner edukasi mengenai pentingnya legalitas usaha guna memberikan kepastian dan keberlanjutan kegiatan bisnis yang sejalan dengan SDGs 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Selain itu, pendampingan rekapitulasi laporan keuangan BUMDes dilakukan untuk meningkatkan akurasi dan ketertiban administrasi. Pada unit usaha peternakan bebek petelur BUMDes, tim memberikan dukungan teknis berupa penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan kerja (K3) serta penyerahan paket Alat Pelindung Diri (APD) bagi pekerja guna menjamin perlindungan keselamatan kerja. Upaya efisiensi energi juga dilakukan melalui pemasangan sistem penerangan berbasis panel surya sebagai wujud penyerapan SDGs 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) di lingkungan peternakan desa.
Tidak hanya menyasar kelembagaan desa, pendampingan intensif juga diberikan kepada para pelaku UMKM lokal. Tim KKN membantu pembuatan akun media sosial bisnis, WhatsApp Business, e-katalog digital berbentuk flipbook, serta sesi foto produk profesional untuk memperluas jangkauan pemasaran secara digital. Untuk menunjang kualitas produk makanan rumahan, mahasiswa memberikan edukasi dan hibah mesin vacuum sealer agar produk memiliki daya simpan lebih lama yang mendukung penerapan SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Pemilik UMKM juga dibekali lembar kalkulasi Harga Pokok Produksi (HPP) dan pemetaan keuntungan harian agar lebih tepat dalam menetapkan harga jual. Sementara di tingkat keluarga, sosialisasi literasi keuangan rumah tangga digelar bersama Ibu-Ibu PKK dengan menghadirkan template Excel otomatis dan aplikasi Android offline “Kas Keluarga”. Rangkaian inisiatif ini disambut hangat oleh perangkat desa dan warga sebagai pijakan awal menuju Desa Duwet yang mandiri secara ekonomi.




