Pot Hias dari galon bekas ditunjukkan pada acara HUT RI Ke-81
Jatengx.com, Sukoharjo – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melalui program Sosial Kemasyarakatan Saintek melaksanakan penataan pot tanaman hasil daur ulang galon plastik bekas di sepanjang Jalan Dusun Tambakan, Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, pada Sabtu, (1/8/2026).
Kegiatan ini digelar sebagai respons terhadap melimpahnya limbah galon plastik berukuran 19 liter yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh warga, sekaligus untuk mempercantik lingkungan desa menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebanyak 68 pot dekoratif berhasil dipasang, terdiri dari 28 pot berbentuk jerapah, 33 pot berbentuk sapi, dan 7 pot bertema Merah Putih.
Koordinator Desa Tim KKN di Dusun Tambakan menjelaskan bahwa ide penataan ini lahir dari keinginan untuk memadukan semangat kemerdekaan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami ingin menghias jalan desa agar lebih indah sekaligus menyemarakkan suasana 17 Agustus. Kami memilih galon bekas sebagai bahan dasar karena jumlahnya melimpah dan bisa didaur ulang menjadi barang yang bernilai estetis,” ujarnya.
Proses pembuatan pot diawali dengan pengumpulan galon bekas dari warga sekitar, yang kemudian dibersihkan, dipotong sesuai bentuk, dirangkai, direkatkan, lalu dicat dasar warna putih sebelum dihias dengan kombinasi warna merah, putih, kuning, cokelat, hitam, dan merah muda untuk membentuk karakter jerapah, sapi, dan corak Merah Putih.
Setiap pot memiliki tinggi berkisar 38–60 cm dengan diameter sekitar 28 cm, dilengkapi lubang drainase berdiameter 10–12 mm serta media tanam campuran tanah dan kompos. Ke-68 pot tersebut ditata berselang-seling di kiri dan kanan jalan sepanjang kurang lebih 400 meter dengan jarak rata-rata antarpot sekitar 6 meter, terbagi dalam lima zona penempatan mulai dari gerbang dusun, permukiman padat, tengah dusun, area sawah, hingga ujung jalan, dengan tetap memperhatikan jarak aman dari tepi aspal serta ruang sirkulasi pejalan kaki.

Selain mempercantik lingkungan, program ini juga bertujuan mengurangi limbah plastik yang sulit terurai, sehingga galon bekas yang sebelumnya hanya menjadi sampah kini memiliki nilai guna baru sebagai media tanam sekaligus penghias jalan desa.
Warga Dusun Tambakan menyambut antusias kehadiran pot-pot karakter ini. Salah seorang warga mengaku senang karena jalan desa kini terlihat lebih berwarna dan semarak.
“Anak-anak sangat suka melihat pot berbentuk jerapah dan sapi. Suasana desa jadi lebih meriah, apalagi menjelang 17 Agustus,” tuturnya.
Kepala Desa Mulur turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN ini, yang menurutnya memiliki manfaat ganda, yakni memperindah lingkungan desa sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya daur ulang sampah plastik.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa berlanjut dan menginspirasi dusun-dusun lain di Desa Mulur untuk turut serta menghias lingkungan dengan cara yang kreatif dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Dengan adanya pot tanaman hasil daur ulang ini, Jalan Dusun Tambakan kini tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi cerminan semangat gotong royong dan nasionalisme warga dalam menyambut hari kemerdekaan.
Langkah kecil mahasiswa KKN Universitas Diponegoro ini diharapkan dapat memberikan dampak besar bagi kebersihan, keindahan, dan kebanggaan masyarakat Desa Mulur.
Penulis/Reporter: [Diandra Tuwuhajining Respati]
Fotografer: [Harina Gastiasih Mahsa, Fira Putri Ardiana, Diandra Tuwuhajining Respati]
Kelompok:[KKN – R TIM II Universitas Diponegoro Desa Mulur]
Kontak Media/Humas Kelompok: [@mulurbercerita]
Editor: Azis



