
Demak – Tiga mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 141 Universitas Diponegoro, yaitu Mario Marchell Joshua, Zaki Wira Widiantoro, dan Muhammad Bintang Rizky, melaksanakan program Audit Energi Rumah Tangga dan Fasilitas Pendidikan di Dusun Karangmalang, Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Kegiatan ini merupakan bagian dari KKN Tematik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pilar 1 – Audit Energi, yang bertujuan membangun data dasar (baseline) konsumsi energi masyarakat sebagai pijakan bagi program konservasi energi dan pengembangan energi berkelanjutan di tingkat desa, termasuk kajian potensi substitusi sebagian kebutuhan LPG rumah tangga menggunakan biogas.
Audit dilaksanakan pada 17 rumah tangga yang tersebar di RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04, serta pada lima titik bangunan SDIT Permata Bunda sebagai representasi fasilitas pendidikan. Melalui kegiatan yang berlangsung pada pertengahan tahun 2026 ini, mahasiswa menghimpun data mengenai jumlah anggota keluarga atau warga sekolah, besar daya listrik terpasang, biaya listrik dan air bulanan, konsumsi LPG, hingga inventarisasi lengkap peralatan elektronik yang digunakan. Seluruh data primer kemudian diolah menggunakan lembar kerja elektronik yang dirancang khusus untuk menghasilkan estimasi konsumsi energi dan nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) secara otomatis dan konsisten antarresponden.
Pelaksanaan audit dilakukan melalui wawancara terstruktur kepada kepala rumah tangga maupun perwakilan pihak sekolah, dipadukan dengan checklist inventarisasi jenis, daya, dan jumlah unit alat elektronik pada setiap objek. Karena data luas lantai bangunan tidak tersedia secara lengkap, tim mengadaptasi pendekatan IKE konvensional (kWh/m²) menjadi IKE per kapita (kWh/jiwa/bulan), yakni total energi final dari listrik dan setara kalor LPG yang dibagi dengan jumlah pengguna, mengacu pada prinsip SNI 03-6196-2000 dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2012.
Hasil audit menunjukkan bahwa 17 rumah tangga di empat RT mengonsumsi total energi final 3.920,78 kWh per bulan, dengan proporsi 62,9 persen berasal dari listrik dan 37,1 persen dari energi setara LPG, menegaskan bahwa gas LPG masih menjadi sumber energi rumah tangga yang signifikan terutama untuk kebutuhan memasak. Rata-rata IKE per kapita rumah tangga tercatat pada rentang 46,35 hingga 71,27 kWh/jiwa/bulan, dengan RT 03 mencatat nilai tertinggi karena dipengaruhi keberadaan usaha rumahan berupa bakery dan toko kelontong, sementara RT 04 mencatat nilai terendah karena tidak adanya aktivitas usaha maupun peralatan berdaya besar. Dari sisi peralatan, rice cooker (magic com) tercatat sebagai kontributor tunggal terbesar terhadap beban listrik rumah tangga (24,4 persen), diikuti setrika, kulkas/freezer, mesin cuci, oven listrik, dan kipas angin.
Selain rumah tangga, audit juga dilakukan di lingkungan SDIT Permata Bunda yang terdiri atas lima unit gedung dengan fungsi berbeda, yaitu Gedung A (ruang kelas dan kantor utama), Masjid, gedung Artetis (sumur bor/pompa air), Gedung Kelas 6, dan Kantor Guru. Rata-rata IKE per kapita di lingkungan sekolah tercatat jauh lebih rendah dibandingkan rumah tangga, yakni 5,69 kWh/jiwa/bulan, sebagai konsekuensi dari besarnya jumlah pengguna gedung, namun bervariasi tajam antar gedung akibat keterbatasan data pemakaian listrik yang belum terpisah per bangunan. Dari inventarisasi peralatan, kipas angin dan AC bersama-sama menyumbang hampir separuh dari total daya elektronik terpasang di sekolah, mengonfirmasi bahwa sistem tata udara menjadi kontributor beban listrik terbesar pada bangunan pendidikan di iklim tropis.
Lebih dari sekadar mengumpulkan data, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran warga dan pihak sekolah mengenai pentingnya penggunaan energi secara efisien. Tim KKN-T Tim 141 turut menyampaikan sejumlah rekomendasi sederhana yang dapat diterapkan, di antaranya penggunaan rice cooker dan setrika secara lebih bijak, evaluasi golongan daya listrik bagi rumah tangga dengan usaha rumahan, pemasangan kWh-meter terpisah pada setiap gedung sekolah, serta pertimbangan penggantian bertahap unit AC dan kipas angin dengan perangkat yang lebih hemat energi.
Data hasil audit ini selanjutnya akan dimanfaatkan sebagai baseline dalam penyusunan program lanjutan KKN Tematik Kementerian ESDM, termasuk kajian potensi pemanfaatan biogas sebagai alternatif pengganti sebagian kebutuhan LPG rumah tangga di Dusun Karangmalang. Dengan tersedianya data konsumsi energi yang terukur secara sistematis, program pengembangan energi terbarukan diharapkan dapat dirancang secara lebih tepat sasaran sesuai kondisi nyata masyarakat.
Melalui kegiatan audit energi ini, KKN-T Tim 141 Universitas Diponegoro menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan melalui pendekatan berbasis data. Program ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi penerapan konservasi energi, peningkatan efisiensi penggunaan energi rumah tangga, serta pengembangan energi terbarukan yang sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).



