
Pemalang, 13 Agustus 2026 – Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP), Zalfa Thufail Ralingga dari Sekolah Vokasi Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan Angkatan 2023, menjalankan program kerja bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berupa perancangan dan pemasangan Peta Jalur Evakuasi K3 di Desa Babakan, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang.
Program ini digagas untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga terhadap potensi keadaan darurat dan bencana. Sebelumnya, Desa Babakan belum memiliki peta jalur evakuasi yang bisa dijadikan pedoman keselamatan bila sewaktu-waktu terjadi situasi darurat.
Dalam program tersebut, Zalfa berperan sebagai perancang sekaligus pemeta jalur evakuasi K3. Ia menyusun konsep alur evakuasi, mengidentifikasi titik kumpul aman (assembly point), menentukan rute evakuasi, serta mengolah data wilayah menjadi peta informasi keselamatan yang jelas dan mudah dipahami. Zalfa juga mengawasi langsung proses pembuatan, penyerahan, hingga pemasangan peta di lokasi.
Peta yang dihasilkan memuat informasi jalur evakuasi, arah penyelamatan, titik kumpul aman, serta elemen-elemen penting keselamatan lain yang disusun berdasarkan kondisi wilayah setempat. Desain peta dibuat agar mudah dibaca oleh seluruh lapisan masyarakat sehingga benar-benar dapat difungsikan sebagai pedoman saat keadaan darurat terjadi.
Kolaborasi Lintas Program Studi
Selain merampungkan peta jalur evakuasi K3, Zalfa turut berkolaborasi dengan tim Saintek yang terdiri atas Cikal Ridho Satriaji (FPIK) dan Zevania Anggun Permata Putri (FSM, Matematika) dalam menyusun peta lokasi fasilitas umum Desa Babakan. Peta ini menandai berbagai fasilitas penting seperti kantor desa, sekolah, tempat ibadah, fasilitas kesehatan, hingga lokasi-lokasi strategis lain, sehingga memudahkan masyarakat memperoleh informasi wilayah desa.
Kepala Desa Babakan, Kustoni BR, S.H., menyampaikan apresiasinya atas program tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Zalfa dan mahasiswa KKN UNDIP atas pembuatan peta jalur evakuasi ini. Peta ini sangat bermanfaat bagi Desa Babakan sebagai pedoman keselamatan masyarakat, terutama dalam menghadapi situasi darurat. Harapannya, peta ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan menjadi bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana di desa,” ujar Kustoni.
Diharapkan Jadi Pedoman Berkelanjutan
Melalui program ini, Desa Babakan diharapkan memiliki peta jalur evakuasi K3 yang informatif dan terstandar, sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pemerintah desa maupun masyarakat. Program ini menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam memperkuat budaya keselamatan, kesiapsiagaan bencana, serta pengelolaan risiko di lingkungan masyarakat Desa Babakan.



