
CEMPERENG, 25 Juli 2026 – Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip) yang tergabung dalam Tim II KKN Reguler Undip Desa Cempereng, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, mengajak siswa kelas VI SDN Cempereng untuk mengenali potensi diri sekaligus membangun motivasi belajar melalui kegiatan ekstrakurikuler berbasis psikologi pendidikan pada 25 Juli 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mendampingi siswa kelas VI yang akan menghadapi masa transisi menuju jenjang pendidikan berikutnya. Pada tahap tersebut, siswa tidak hanya membutuhkan kesiapan akademik, tetapi juga pemahaman mengenai kemampuan diri, tujuan yang ingin dicapai, serta keyakinan bahwa mereka mampu berkembang dan mencapai tujuan tersebut.
Mengangkat tema “Aku Bisa, Aku Punya Mimpi”, kegiatan dirancang secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, refleksi diri, serta aktivitas kelompok. Alfarra Gayzca Hannyndyta, mahasiswa Fakultas Psikologi Undip, berperan sebagai pengisi materi sekaligus fasilitator dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Materi yang diberikan berfokus pada tiga aspek utama, yaitu pengenalan potensi diri, peningkatan motivasi belajar, dan penguatan self-efficacy atau keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri. Siswa diajak untuk mengenali kelebihan yang mereka miliki, memahami bahwa setiap individu memiliki kemampuan yang berbeda, serta melihat proses belajar sebagai salah satu langkah untuk mengembangkan potensi tersebut.
Untuk membuat proses pembelajaran lebih dekat dengan pengalaman siswa, kegiatan juga dilengkapi dengan permainan kelompok berupa membangun menara menggunakan bahan origami dan selotip. Tantangan tersebut tidak hanya menjadi aktivitas yang menyenangkan, tetapi juga memberikan pengalaman langsung bagi siswa dalam menerapkan kerja sama, mencoba strategi, menghadapi kegagalan, dan menyelesaikan masalah bersama kelompok.
Selain permainan, siswa juga diajak melakukan refleksi mengenai motivasi dan cita-cita mereka. Melalui lembar post-it yang dibagikan, masing-masing siswa menuliskan hubungan antara cita-cita yang ingin dicapai dengan usaha yang perlu dilakukan sejak saat ini. Salah satu format yang digunakan adalah “Namaku …, cita-citaku …, maka aku akan … untuk dapat menggapainya.” Aktivitas tersebut membantu siswa mengubah cita-cita yang masih bersifat abstrak menjadi tujuan yang lebih konkret melalui langkah sederhana yang dapat mereka mulai dari sekarang.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya mengetahui kelebihan yang dimiliki, tetapi juga memiliki pemahaman bahwa pencapaian cita-cita membutuhkan proses, kemauan untuk belajar, dan usaha yang dilakukan secara bertahap. Refleksi juga menjadi ruang bagi siswa untuk menyadari bahwa mereka memiliki peran dalam menentukan langkah yang ingin diambil untuk masa depan.
Penulis: Alfarra Gayzca Hannyndyta, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro
TIM II KKN Universitas Diponegoro di Desa Cempereng






