Mahasiswa bersama pengurus Bank Sampah sesuai edukasi penjabaran tupoksi
Jatengx.com, Batang — Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro menjalankan tiga program penguatan ekonomi masyarakat di Desa Sijono, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Ketiga program tersebut meliputi penguatan pengelolaan keuangan Bank Sampah, pendampingan strategi bisnis dan pemasaran digital bagi UMKM, serta edukasi keuangan sejak dini bagi anak-anak Sekolah Dasar.
Penguatan ekonomi masyarakat tidak hanya dilakukan melalui pengembangan usaha, tetapi juga melalui pengelolaan sumber daya yang lebih baik dan pembentukan kebiasaan keuangan sejak dini. Ketiga program tersebut dirancang berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat Desa Sijono, dengan pendekatan yang sederhana dan dapat diterapkan secara langsung.
Penguatan Pengelolaan Keuangan untuk Menghidupkan Kembali Bank Sampah
Bank Sampah menjadi salah satu program yang diarahkan untuk mendukung upaya pengelolaan sampah di Desa Sijono. Desa ini sebelumnya telah memiliki kegiatan Bank Sampah, tetapi program tersebut sempat terhenti sehingga diperlukan upaya membangun kembali sistem pengelolaan yang lebih tertib.
Kondisi ini menjadi dasar bagi mahasiswa untuk tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga memperkuat aspek keuangan yang menjadi bagian penting dalam keberlangsungan operasional Bank Sampah.
Melalui program ini, mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai pengelolaan keuangan, pembagian tugas antara bendahara dan sekretaris, pencatatan transaksi, pengelolaan tabungan nasabah, serta sistem pengendalian internal.
Sebagai luaran, mahasiswa menyusun Modul Pedoman Pengelolaan Keuangan Bank Sampah Desa Sijono yang dapat digunakan sebagai acuan bagi pengurus dalam menjalankan kegiatan secara lebih transparan dan akuntabel.

Koordinator KKN Desa Sijono, Krisna Aji, menjelaskan bahwa penguatan pengelolaan keuangan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat. “Melalui program ini, kami ingin membantu pengurus memiliki sistem pengelolaan keuangan yang lebih jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga Bank Sampah dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, karena mendorong warga memilah dan mengelola sampah secara lebih tertib melalui Bank Sampah yang kembali berjalan
Mendorong UMKM Sijono Memperluas Pasar melalui Digitalisasi
Pengembangan ekonomi masyarakat juga dilakukan melalui pendampingan kepada pelaku UMKM Desa Sijono. Sebagian UMKM masih berada pada tahap awal pengembangan dan lebih banyak mengandalkan penjualan secara offline. Kondisi tersebut menyebabkan produk lokal belum sepenuhnya mampu menjangkau calon pelanggan di luar wilayah desa.
Melalui program Pendampingan Strategi Bisnis, Branding, dan Pemasaran Digital, mahasiswa memperkenalkan media yang relatif sederhana seperti WhatsApp Business, Facebook, Google Maps, dan Google Business Profile. Pelaku UMKM juga diberikan pemahaman mengenai cara mengenali keunggulan produk, menentukan target pelanggan, membangun identitas usaha, membuat promosi yang menarik, serta mempertahankan pelanggan.
Program pendampingan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui upaya mendorong produktivitas dan daya saing UMKM Desa Sijono di pasar yang lebih luas.
Pendampingan tersebut tidak diarahkan agar pelaku UMKM langsung menggunakan seluruh platform digital, melainkan mendorong mereka memulai dari media yang paling sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan usahanya. Sebagai pendukung kegiatan, mahasiswa menyusun modul yang memuat panduan sederhana mengenai strategi bisnis, branding, dan pemasaran digital.

Menanamkan Kebiasaan Mengelola Uang Sejak Dini
Upaya penguatan ekonomi masyarakat kemudian dilengkapi melalui program sosial kemasyarakatan “Aku Pintar Mengelola Uang” yang ditujukan bagi anak-anak Sekolah Dasar di Desa Sijono. Program ini berangkat dari pemahaman bahwa kemandirian ekonomi tidak hanya dibangun melalui kemampuan menghasilkan pendapatan, tetapi juga melalui kebiasaan mengelola uang secara bijak sejak dini.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan konsep dasar mengenai uang dan kegunaannya, perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya menyisihkan sebagian uang untuk ditabung.
Materi disampaikan melalui permainan, simulasi, pertanyaan, dan aktivitas sederhana agar sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar. Anak-anak juga diajak menentukan target tabungan dan membuat komitmen sederhana untuk mulai menabung.

Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-4 mengenai Pendidikan Berkualitas, karena membekali anak-anak Desa Sijono dengan kecakapan hidup mengenai pengelolaan uang sejak usia dini.
Ketiga program tersebut menunjukkan bahwa penguatan ekonomi Desa Sijono dapat dilakukan melalui pendekatan yang saling melengkapi, sekaligus sejalan dengan tiga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sekaligus, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (SDGs 12), Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDGs 8), serta Pendidikan Berkualitas (SDGs 4).
Bank Sampah diperkuat dari sisi pengelolaan dan keuangannya, UMKM didorong untuk meningkatkan daya saing dan jangkauan pasar, sementara anak-anak diperkenalkan pada kebiasaan keuangan yang baik sejak dini.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa berharap kontribusi yang diberikan tidak berhenti pada pelaksanaan program KKN, tetapi dapat menjadi pengetahuan dan kebiasaan yang terus diterapkan oleh masyarakat Desa Sijono.
Penulis: Krisna Aji Setiawan
Editor: Azis



