Mahasiswa Edukasi Pencegahan Stunting kepada Ibu-ibu
Jatengx.com, Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim II melaksanakan dua program kerja di Desa Candiareng, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang. Kedua program tersebut adalah “Edukasi Pencegahan Stunting Berbasis Perlindungan Hak Anak” dan “Penguatan Daya Saing UMKM Desa Candiareng”.
Kedua program disusun berdasarkan hasil observasi dan kebutuhan masyarakat setempat. Program pertama menyasar ibu hamil dan ibu yang memiliki balita, sedangkan program kedua ditujukan kepada para pelaku UMKM Desa Candiareng.
Kedua program tersebut memiliki tujuan yang saling berkaitan. Edukasi pencegahan stunting diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan dan pemenuhan gizi anak. Sementara itu, penguatan UMKM bertujuan membantu masyarakat mengembangkan usaha dan meningkatkan kapasitas ekonomi keluarga. Dengan kondisi ekonomi yang lebih baik, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan yang lebih besar dalam memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan keluarga.
Program edukasi pencegahan stunting dilaksanakan pada Jumat, 31 Juli 2026. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan stunting sejak masa kehamilan hingga anak berusia lima tahun.
Berdasarkan informasi yang diperoleh mahasiswa dari pihak desa, kasus stunting di Desa Candiareng cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya. Padahal, Desa Candiareng telah memiliki lima posyandu yang secara rutin memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak, imunisasi, serta pemantauan tumbuh kembang balita.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan sosialisasi mengenai stunting, tetapi juga mengajak masyarakat memahami pentingnya pemenuhan hak anak. Edukasi diberikan dengan pendekatan yang sederhana agar informasi dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Materi yang disampaikan meliputi “Edukasi Gizi Seimbang”, “Gadget Sehat, Tumbuh Kembang Hebat”, serta “Alihkan Uang Jajan ke Makanan Bergizi”. Materi tersebut membahas pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan, penggunaan gawai secara bijak pada anak usia dini, serta pentingnya mengutamakan kebutuhan makanan bergizi dalam pengeluaran keluarga.

Mahasiswa juga memperkenalkan website dan kalkulator stunting yang dapat digunakan sebagai alat bantu untuk memantau status gizi anak secara mandiri.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Para peserta aktif bertanya mengenai pola makan anak, tanda-tanda stunting, hingga cara membatasi penggunaan gawai pada balita. Antusiasme tersebut menunjukkan adanya ketertarikan masyarakat untuk memahami lebih jauh mengenai kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Salah satu peserta, Ibu Anis, mengaku mendapatkan wawasan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Baru tahu kalau ternyata pemenuhan gizi itu harus diperhatikan sejak hamil, bukan cuma pas anak sudah lahir. Materinya juga mudah dipahami,” ujarnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pengundian doorprize dan pengisian lembar assessment sebagai bagian dari evaluasi kegiatan.

Program kedua, yaitu “Penguatan Daya Saing UMKM Desa Candiareng”, dilaksanakan pada Minggu, (26/7). Kegiatan ini berfokus pada pengenalan digitalisasi usaha kepada para pelaku UMKM di Desa Candiareng.
Program tersebut disusun berdasarkan hasil observasi mahasiswa yang menemukan bahwa sebagian besar pelaku UMKM telah memiliki telepon pintar, tetapi pemanfaatannya masih terbatas untuk komunikasi dan penggunaan media sosial pribadi. Padahal, teknologi digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi dan pemasaran untuk memperluas jangkauan pasar.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa mengajak pelaku UMKM untuk mulai memanfaatkan teknologi yang sudah mereka miliki dalam mendukung kegiatan usaha sehari-hari. Materi disampaikan secara praktis dan disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha.
Materi yang diberikan meliputi keamanan pangan, penentuan harga pokok produk, tips menjual dengan pendekatan psikologi, personal branding, desain sederhana menggunakan Canva, strategi penjualan mandiri, serta pembuatan caption yang menarik.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga dilengkapi dengan beberapa stand layanan yang dapat dimanfaatkan oleh peserta untuk berkonsultasi secara langsung.
Stand yang tersedia meliputi Stand Pupuk Organik dan Bio Activator, Stand Tips Menjual dengan Psikologi, Stand Website Profile UMKM, serta Stand Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB). Kehadiran stand tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendapatkan informasi dan pendampingan sesuai kebutuhan usaha masing-masing.
Salah satu pelaku UMKM, Ibu Khusnul, mengaku mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut.
“Selama ini saya cuma pakai HP buat chat dan lihat media sosial saja, ternyata bisa juga dipakai buat promosi jualan. Apalagi ada stand pengurusan NIB, jadi sekalian bisa tanya-tanya langsung,” ujarnya.
Selain program kelompok, salah satu mahasiswa Fakultas Hukum UNDIP, Aida Khansa Nabila, turut melaksanakan program kerja individu berupa penguatan branding UMKM melalui pembuatan media promosi cetak.

Aida membantu merancang dan membuat banner untuk dua UMKM warga Desa Candiareng, yaitu UMKM Batik Aida dan UMKM Capret 555. Pembuatan banner tersebut bertujuan memperkuat identitas visual usaha sekaligus membantu meningkatkan daya tarik dan daya saing produk di tengah masyarakat.
Program individu tersebut menjadi pelengkap dari upaya digitalisasi UMKM yang dilakukan mahasiswa KKN melalui program kerja kelompok.

Melalui kedua program tersebut, mahasiswa KKN UNDIP berupaya memberikan kontribusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Candiareng. Edukasi pencegahan stunting diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan dan pemenuhan gizi anak, sementara program penguatan UMKM diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha.
Kedua program tersebut juga menunjukkan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak hanya dapat dilakukan melalui satu bidang. Kesehatan keluarga dan penguatan ekonomi dapat berjalan beriringan untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya saing.
Mahasiswa KKN UNDIP berharap pengetahuan dan keterampilan yang telah diberikan dapat terus diterapkan oleh masyarakat Desa Candiareng. Dengan keberlanjutan program dan dukungan dari masyarakat serta pemerintah desa, berbagai potensi yang dimiliki Desa Candiareng diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan warga.
Penulis:Aida Khansa Nabila
Editor: Azis



