Foto Bersama Anak-Anak SD N 1 Mendak setelah kegiatan edukasi
Jatengx.com, Klaten – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) Tahun 2026 melaksanakan rangkaian program kerja sosial kemasyarakatan (SOSMAS) bidang sosial dan humaniora (SOSHUM) di Desa Mendak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten.
Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat melalui edukasi pengelolaan keuangan UMKM, literasi hukum, pengelolaan perpustakaan, kesadaran lingkungan, serta pemanfaatan pembayaran digital.
Berbagai program tersebut menyasar kelompok masyarakat yang berbeda, mulai dari pelaku UMKM, Karang Taruna, hingga siswa sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan melalui metode sosialisasi interaktif, diskusi, pendampingan, praktik langsung, serta penyediaan media edukasi dan panduan yang dapat dimanfaatkan setelah kegiatan berlangsung.
Salah satu program dilaksanakan oleh Muhammad Luthfan Athari melalui “Edukasi Pengelolaan Keuangan Sederhana bagi Pelaku UMKM Desa Mendak”. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya pengelolaan keuangan usaha secara sederhana dan tertib. Dalam kegiatan tersebut, pelaku UMKM diberikan edukasi mengenai pemisahan keuangan usaha dan pribadi, pencatatan pemasukan dan pengeluaran, serta perhitungan laba sederhana.
Pendampingan juga dilakukan melalui praktik pengisian Buku Catatan Kas Harian dan Rekapitulasi Bulanan Sederhana. Format pembukuan dirancang secara fleksibel dengan bahasa yang mudah dipahami tanpa menggunakan istilah akuntansi yang rumit.
Salah satu fokus pendampingan adalah membiasakan pelaku UMKM mencatat pengambilan pribadi atau prive secara disiplin, termasuk menyesuaikan pencatatan transaksi non-tunai dengan saldo kas. Melalui kegiatan tersebut, pelaku UMKM mampu mempraktikkan pencatatan kas masuk, kas keluar, hingga penghitungan saldo akhir secara mandiri dan tepat.

Sementara itu, Zahrah Aulia Putri melaksanakan program “Klik Sekali, Jerat Seumur Hidup: Edukasi Hukum Bahaya Pinjol dan Judol untuk Generasi Muda Desa Mendak” pada Minggu, 26 Juli 2026 pukul 15.30 WIB di Balai Desa Mendak. Kegiatan tersebut menyasar perwakilan Karang Taruna RW 01–04 dan dilaksanakan melalui sosialisasi serta diskusi interaktif mengenai risiko hukum judi online dan pinjaman online ilegal.
Materi yang disampaikan meliputi ciri-ciri pinjaman online ilegal, jerat hukum bagi pelaku maupun pemain judi online, jalur hukum bagi korban, cara mengecek legalitas layanan pinjaman daring, serta akses bantuan hukum dan kesehatan jiwa.
Materi disampaikan dengan pendekatan non-menghakimi agar peserta dapat memahami risiko secara terbuka sekaligus mengetahui akses bantuan yang tersedia. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme peserta melalui sesi diskusi dan menghasilkan 26 eksemplar leaflet edukasi yang dibagikan kepada peserta.
Di sisi lain, Rodliyah Sodiq melaksanakan program “Revitalisasi Pengelolaan Perpustakaan Sekolah melalui Penataan Ulang Koleksi dan Penyusunan Booklet Panduan” di SDN 01 Mendak. Program ini bertujuan menghidupkan kembali fungsi perpustakaan sekolah pasca-renovasi sekaligus meningkatkan keteraturan pengelolaan koleksi dan mendukung terciptanya lingkungan perpustakaan yang lebih nyaman bagi siswa.
Kegiatan dilakukan melalui observasi awal, penyeleksian dan inventarisasi koleksi, pembersihan ruangan, penataan buku pada rak, serta penambahan hiasan dan ornamen dekoratif yang ramah anak. Selain melakukan penataan fisik, mahasiswa juga menyusun Booklet Panduan Pengelolaan Perpustakaan Sekolah yang memuat tata cara perawatan koleksi serta alur kegiatan operasional perpustakaan.
Dengan adanya penataan ulang dan booklet tersebut, perpustakaan SDN 01 Mendak menjadi lebih tertata dan memiliki pedoman yang dapat digunakan untuk mendukung pengelolaan perpustakaan secara mandiri dan berkelanjutan.

Dalam upaya menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak usia dini, Emilia Maharani dan Sekar Puteri Raditya melaksanakan program “SAPA SAMPAH: Sosialisasi Anak Peduli dan Sadar Sampah” bagi siswa SDN 01 Mendak. Program tersebut bertujuan menanamkan pemahaman mengenai jenis dan pemilahan sampah sekaligus memperkenalkan aturan serta tata kelola persampahan kepada siswa sejak dini.
Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan naratif dan diskusi interaktif yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa. Peserta diperkenalkan dengan empat jenis sampah, yaitu organik, anorganik, residu, dan B3. Selain itu, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah, pihak yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan sampah di tingkat desa, serta konsekuensi membuang sampah sembarangan berdasarkan aturan yang berlaku.
Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai jenis sampah, tetapi juga memahami bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Edukasi tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan memilah dan membuang sampah dengan benar sejak usia sekolah.
Kegiatan SOSMAS SOSHUM juga dilengkapi dengan program “Edukasi dan Pendampingan Pembuatan QRIS bagi Pelaku UMKM Desa Mendak” yang dilaksanakan oleh Margaretha Daraayu Damai Oktarina. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran digital yang praktis, aman, dan efisien.
Pendampingan dilakukan mulai dari edukasi mengenai manfaat QRIS dan persyaratan pendaftaran hingga proses pembuatan QRIS sesuai dengan ketentuan penyelenggara jasa pembayaran. Pelaku UMKM juga diberikan pemahaman mengenai cara menggunakan QRIS untuk menerima transaksi non-tunai sehingga dapat mendukung transaksi usaha yang lebih tertib dan modern.
Melalui pendampingan tersebut, pelaku UMKM berhasil menyelesaikan proses pendaftaran hingga penerbitan QRIS yang dapat digunakan sebagai salah satu metode pembayaran dalam kegiatan usaha. Kehadiran QRIS diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pelaku usaha sekaligus memberikan alternatif pembayaran bagi pelanggan.
Rangkaian program SOSMAS SOSHUM tersebut mendapat respons positif dari masyarakat dan pihak-pihak yang terlibat. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat sekaligus memberikan edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sasaran.
“Saya sangat amat berterima kasih untuk adik-adik KKN yang sudah memberi edukasi kepada saya selaku salah satu UMKM di Desa Mendak ini. Semoga kedepannya setelah program ini dilaksanakan, usaha UMKM di Desa Mendak semakin maju dengan adanya perubahan baru ini,” ujar Ibu Wantini salah satu pemilik usaha laundry di Desa Mendak.
Salah satu mahasiswa pelaksana program menyampaikan bahwa rangkaian SOSMAS dirancang tidak hanya untuk memberikan materi, tetapi juga menghasilkan media dan pendampingan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setelah kegiatan selesai.
“Semoga setelah segala program kerja yang berjalan ini, masyarakat Desa Mendak mendapat dampak positif yang membuat semuanya lebih berkembang dengan kehadiran kami disini,” ujar Muhammad Fadli selaku Koordinator Desa KKN.
Melalui berbagai program tersebut, mahasiswa KKN Tim II UNDIP berharap edukasi yang diberikan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Mendak.
Peningkatan literasi keuangan, pemahaman hukum, pengelolaan perpustakaan, kesadaran terhadap lingkungan, hingga pemanfaatan pembayaran digital diharapkan dapat mendukung masyarakat dalam membangun kebiasaan yang lebih tertib, mandiri, dan adaptif terhadap kebutuhan di kehidupan sehari-hari.
Penulis: Mahasiswa KKN Tim II UNDIP Desa Mendak
Editor: Azis



