Mahasiswa Tunjukkan Pupuk Organik Padat (POP) dari Sampah Organik Rumah Tangga
Jatengx.com, Klaten — Sampah organik rumah tangga seperti sisa sayuran, kulit buah, dan sisa nasi sering kali langsung dibuang begitu saja. Padahal, bahan-bahan tersebut masih dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi pupuk organik. Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro melaksanakan Pelatihan dan Demonstrasi Pembuatan Pupuk Organik Padat (POP) dari Sampah Organik Rumah Tangga di Desa Bowan, Klaten.
Kegiatan ini dilaksanakan (31/7) sebagai upaya untuk mengenalkan pengelolaan sampah organik yang sederhana dan dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga. Selain mengurangi sampah yang dibuang, pengolahan tersebut dapat menghasilkan pupuk yang nantinya dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pupuk organik padat, mulai dari pengertian, manfaat, jenis sampah yang dapat digunakan, hingga alat dan bahan yang diperlukan. Peserta juga diberikan penjelasan mengenai pentingnya mengombinasikan limbah organik dengan bahan kering seperti sekam dan daun kering untuk menjaga kondisi bahan selama proses pengomposan.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung. Peserta diajak memilah sampah organik seperti sisa sayuran, kulit buah, dan sisa nasi, kemudian memotongnya menjadi ukuran yang lebih kecil.
Bahan organik tersebut selanjutnya disusun bersama bahan kering di dalam wadah yang telah disiapkan. Larutan EM4 dan gula merah atau molase kemudian ditambahkan untuk membantu proses penguraian bahan organik.

Peserta turut terlibat secara langsung dalam proses pembuatan, sehingga tahapan yang sebelumnya hanya dijelaskan secara teori dapat dipraktikkan bersama. Selain proses pembuatan, peserta juga diberikan informasi mengenai perawatan POP, seperti menjaga kelembapan, menyimpan wadah di tempat teduh, serta melakukan pengadukan secara berkala agar proses pengomposan berlangsung dengan baik.
Sebagai gambaran hasil akhir, mahasiswa turut membawa contoh POP yang telah matang untuk diperlihatkan kepada peserta. Contoh tersebut digunakan untuk menjelaskan ciri-ciri POP yang siap digunakan, antara lain memiliki warna cokelat kehitaman, tekstur remah, aroma menyerupai tanah, serta tidak menimbulkan bau busuk.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka selama proses demonstrasi dan praktik berlangsung. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan cara mengolah sampah organik, tetapi juga menunjukkan bahwa limbah rumah tangga yang sederhana dapat memiliki nilai guna apabila dikelola dengan tepat.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNDIP berharap pengolahan sampah organik menjadi POP dapat menjadi salah satu alternatif pengelolaan sampah yang dapat diterapkan secara sederhana oleh masyarakat Desa Bowan. Pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk juga diharapkan dapat mendukung lingkungan yang lebih bersih sekaligus memberikan manfaat bagi tanaman di sekitar rumah.
Penulis: Nadine Larasti Siregar
Editor: Azis



