Mahasiswa KKN bersama peserta kegiatan Program Multidisiplin 1 berfoto bersama setelah mengikuti rangkaian edukasi mengenai pengelolaan minyak jelantah di Desa Bendungan.
Jatengx.com, Sragen – Minyak jelantah yang biasanya dianggap sebagai limbah rumah tangga ternyata masih dapat dimanfaatkan apabila dikelola dengan tepat. Langkah sederhana seperti mengumpulkan dan menyimpannya secara terpisah menjadi bagian penting sebelum minyak tersebut diolah kembali.
Hal itu diperkenalkan mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) melalui Program Kerja Multidisiplin 1 di Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan edukasi tersebut diikuti sekitar 20 peserta yang terdiri atas ibu-ibu PKK, guru PAUD, perangkat desa, serta siswa SMK yang sedang menjalani praktik kerja lapangan di Balai Desa Bendungan.
Mahasiswa memberikan pemahaman mengenai minyak jelantah, mulai dari ciri minyak yang sudah mengalami penurunan kualitas hingga dampak yang dapat muncul apabila limbah tersebut dibuang sembarangan.
Peserta juga diperkenalkan dengan langkah sederhana untuk mengelola minyak jelantah sejak dari rumah. Setelah digunakan, minyak terlebih dahulu dibiarkan hingga dingin. Selanjutnya, sisa makanan atau kotoran dipisahkan sebelum minyak dikumpulkan.
Minyak kemudian disimpan dalam wadah yang bersih, kering, tertutup, dan tidak mudah bocor. Penyimpanan secara terpisah dilakukan agar minyak lebih mudah dikumpulkan dan tidak bercampur dengan limbah rumah tangga lainnya.
Tidak Langsung Dibuang
Edukasi tersebut menekankan bahwa minyak yang sudah tidak digunakan tidak harus langsung dibuang. Dengan pengumpulan yang tepat, minyak jelantah dapat diarahkan untuk pemanfaatan lebih lanjut melalui proses pengolahan yang sesuai.
Materi disampaikan dengan pendekatan sederhana dan menyesuaikan kebiasaan masyarakat sehari-hari. Dengan demikian, pengelolaan minyak jelantah tidak diposisikan sebagai kegiatan yang rumit, tetapi sebagai kebiasaan yang dapat dimulai dari rumah.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi menggunakan minyak jelantah. Demonstrasi dilakukan oleh anggota tim KKN lainnya sebagai contoh pemanfaatan minyak yang telah dikumpulkan.
Melalui demonstrasi tersebut, peserta dapat melihat hubungan antara pengelolaan limbah dari rumah dan proses pemanfaatannya menjadi produk lain. Minyak jelantah yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat diarahkan menjadi bahan yang memiliki nilai tambah melalui pengolahan yang tepat.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengelola minyak jelantah. Kebiasaan membuang minyak secara langsung ke saluran air atau lingkungan juga diharapkan dapat dikurangi.

Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, pengumpulan minyak jelantah membuka peluang pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna. Namun, pemanfaatan tersebut tetap perlu dilakukan melalui proses pengolahan yang sesuai dan aman.
Program tersebut mendukung SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan limbah rumah tangga. Kegiatan juga berkaitan dengan SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui upaya mengurangi pembuangan minyak jelantah ke saluran air.
Pengumpulan dan pemanfaatan kembali minyak jelantah juga sejalan dengan SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Sementara itu, upaya mengurangi pembuangan limbah ke lingkungan turut mendukung SDG 15 tentang Ekosistem Daratan.
Dari sisi pengabdian, kegiatan tersebut mencakup aspek lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya. Aspek lingkungan diwujudkan melalui edukasi pengelolaan minyak jelantah, sedangkan aspek sosial terlihat dari interaksi dan pertukaran pengetahuan antara mahasiswa dan masyarakat.
Pada aspek ekonomi, demonstrasi pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin memberikan gambaran mengenai peluang menciptakan nilai tambah dari limbah rumah tangga. Sementara itu, aspek budaya diwujudkan melalui upaya membangun kebiasaan memilah dan mengelola limbah secara lebih bertanggung jawab.
Mahasiswa KKN Undip berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengumpulan minyak jelantah secara terpisah dapat dimulai dari rumah masing-masing sebelum diarahkan untuk pemanfaatan lebih lanjut.
Langkah tersebut menjadi bagian kecil dari upaya membangun kebiasaan pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab. Dengan dimulai dari rumah, minyak jelantah tidak sekadar berakhir sebagai limbah, tetapi dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan melalui proses yang tepat.
Penulis/Reporter: Safira Ramadhania Yoelva
Jurusan Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro
Editor: Azis



