Mahasiswa KKN Undip bersama perangkat Desa Bendungan mempresentasikan program digitalisasi inventaris aset fisik desa berbasis spreadsheet dan Linktree.
Jatengx.com, Sragen – Data inventaris aset menjadi salah satu unsur penting dalam pengelolaan pemerintahan desa. Data yang tertata dapat membantu perangkat desa mengetahui jenis, jumlah, kondisi, dan keberadaan aset yang dimiliki.
Namun, pencatatan yang masih dilakukan secara manual atau tersebar di sejumlah dokumen dapat membuat proses pencarian dan pembaruan data menjadi kurang praktis. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) 2025/2026 melakukan digitalisasi inventaris aset fisik di Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Program kerja Multidisiplin 2 tersebut disusun oleh Naia Aulia Zulfa bersama Tim KKN Desa Bendungan. Kegiatan diarahkan untuk membantu perangkat desa menghimpun, memverifikasi, dan menata data aset fisik ke dalam database digital berbasis spreadsheet.
Aset yang didata mencakup berbagai jenis, mulai dari tanah, bangunan, jalan dan jaringan, peralatan dan mesin, kendaraan, hingga aset tetap lainnya. Data tersebut kemudian disusun agar lebih mudah diperbarui dan digunakan sebagai bahan administrasi desa.
Data aset disusun dalam database digital
Proses digitalisasi diawali dengan koordinasi bersama perangkat Desa Bendungan untuk mengetahui data inventaris yang tersedia. Mahasiswa kemudian mengumpulkan data melalui dokumen yang ada dan observasi terhadap kondisi aset di lapangan.
Data yang terkumpul selanjutnya diverifikasi untuk memastikan informasi yang dicatat sesuai dengan kondisi aset. Setelah melalui proses tersebut, data dimasukkan ke dalam spreadsheet yang berfungsi sebagai database inventaris aset desa.
Informasi yang dicatat meliputi jenis aset, nama aset, jumlah, kondisi, serta keterangan lain yang diperlukan. Format tersebut dibuat sederhana agar perangkat desa dapat menggunakannya dan melakukan pembaruan apabila terjadi perubahan data.
Penggunaan spreadsheet juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pencatatan manual dan dokumen fisik yang tersebar. Dengan data yang tersusun dalam satu basis digital, perangkat desa dapat mencari informasi aset secara lebih cepat dan sistematis.
Diintegrasikan melalui Linktree
Digitalisasi tidak berhenti pada penyusunan database. Mahasiswa juga mengintegrasikan informasi tersebut melalui Linktree sebagai salah satu pintu akses digital Desa Bendungan.
Melalui halaman tersebut, berbagai informasi dan dokumen digital dapat dihimpun dalam satu tautan. Perangkat desa dapat menggunakan tautan tersebut untuk mengakses database inventaris aset dan informasi digital lainnya.
Integrasi tersebut menjadi langkah sederhana dalam membangun sistem informasi desa yang lebih terstruktur. Ke depan, informasi yang tersedia dapat dikembangkan dan diperbarui sesuai kebutuhan pemerintah desa.
Data inventaris yang lebih tertata juga dapat membantu perangkat desa dalam perencanaan dan pemanfaatan aset. Informasi mengenai kondisi dan keberadaan aset dapat menjadi bahan pertimbangan ketika pemerintah desa melakukan pemeliharaan, pengelolaan, maupun perencanaan pembangunan.
Selain aspek administrasi, program tersebut turut mendukung transparansi dan tertib pengelolaan aset desa. Pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan informasi tanpa harus menggunakan sistem yang kompleks.
Program digitalisasi inventaris aset tersebut mendukung SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan spreadsheet dan Linktree dalam administrasi desa. Program juga berkaitan dengan SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui penataan informasi aset dan fasilitas desa, serta SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan tata kelola administrasi yang lebih tertib dan transparan.
Dari sisi pengabdian, kegiatan tersebut mencakup aspek lingkungan, sosial, ekonomi, dan teknologi. Penggunaan dokumen digital dapat mengurangi kebutuhan pencatatan fisik, sementara akses informasi yang lebih mudah membantu perangkat desa dalam menjalankan tugas administrasi.
Data aset yang tersusun juga dapat mendukung perencanaan pemanfaatan aset secara lebih efektif. Pada saat yang sama, penggunaan spreadsheet dan Linktree memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital yang relatif sederhana dan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan desa.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Undip berharap database inventaris aset dapat terus dimanfaatkan dan diperbarui oleh perangkat Desa Bendungan. Digitalisasi sederhana tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah awal menuju pengelolaan informasi aset desa yang lebih tertib, sistematis, dan berkelanjutan.
Penyusun: Naia Aulia Zulfa & Tim KKN Desa Bendungan
Program Kerja: Multidisiplin 2
Perguruan Tinggi: Universitas Diponegoro (UNDIP)
Editor: Azis



