Mahasiswa memaparkan data Inventarisasi dan digitalisasi arsip pelaku UMKM Desa Bendungan
Jatengx.com, Sragen – Di era digital, kemudahan akses informasi menjadi salah satu faktor penting dalam mengembangkan potensi desa. Desa Bendungan memiliki beragam usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta produk lokal. Namun, informasi mengenai identitas usaha, produk, dan kontak pelaku UMKM belum tersedia dalam satu wadah digital yang terintegrasi.
Melihat kondisi tersebut, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tim II melaksanakan program Inventarisasi dan Digitalisasi Arsip Pelaku UMKM Desa Bendungan.
Program ini dilakukan melalui pendataan identitas usaha, produk, serta kontak pelaku UMKM. Data yang terkumpul kemudian diolah menjadi database UMKM sebagai dasar penyajian informasi melalui Linktree UMKM Desa Bendungan.
Linktree yang dibuat mahasiswa dilengkapi dengan beberapa fitur yang mempermudah masyarakat memperoleh informasi dan bisa diakses menggunakan smartphone atau dikenal HP.
“Pusat informasi digital ini dirancang dengan antarmuka yang ramah pengguna (user-friendly), responsif untuk perangkat smartphone, serta memuat kategori layanan. Kategorinya yaitu, profil dan struktur desa, layanan administrasi, Direktori UMKM & Potensi, Media Sosial & Kabar Desa, serta kontak darutat,” jelasnya Laura Arela Siahaan
Bagi mahasiswa Administrasi Bisnis, Laura Arela Siahaan menyampaikan kegiatan tersebut menjadi bentuk penerapan ilmu administrasi dan pengelolaan informasi bisnis. Data yang tertata tidak hanya berfungsi sebagai arsip, tetapi juga dapat mendukung kegiatan pemasaran, mempermudah konsumen menemukan produk, serta membantu UMKM memperluas jangkauan pasar.
Kegiatan diawali dengan menginventarisasi pelaku UMKM dan mengumpulkan informasi mengenai identitas usaha, produk, serta kontak pemesanan. Data yang terkumpul kemudian dirapikan dan didigitalisasi agar dapat disimpan dalam bentuk database yang lebih mudah dikelola.
Tahap berikutnya dilakukan dengan memasukkan informasi tersebut ke dalam Linktree UMKM Desa yang berfungsi sebagai pusat akses digital. Melalui direktori tersebut, masyarakat dan calon konsumen dapat menemukan berbagai informasi UMKM dalam satu tautan, mulai dari katalog produk lokal, kontak pemesanan, hingga lokasi usaha.
Program ini memberikan tiga manfaat utama, yakni membuat data UMKM menjadi lebih tertata, memudahkan akses terhadap informasi usaha, serta menyediakan media promosi digital bagi produk lokal agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Inventarisasi dan Digitalisasi Arsip Pelaku UMKM Desa Bendungan menjadi langkah awal dalam membangun pengelolaan informasi UMKM yang lebih terstruktur. Melalui proses pendataan yang diolah menjadi database dan kemudian diintegrasikan ke dalam Linktree, informasi mengenai UMKM menjadi lebih mudah ditemukan dan berpotensi menjangkau konsumen yang lebih luas.
Program ini menunjukkan bahwa data bukan sekadar arsip, tetapi dapat menjadi aset bagi perkembangan bisnis. Dengan informasi yang tertata dan mudah diakses, UMKM Desa Bendungan memiliki peluang lebih besar untuk dikenal dan berkembang di era digital.
Beberapa poin SDGs menjadi pertimbangan pelaksanaan program ini, yaitu poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dan poin 12 Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.
“Dari data yang tertata, lahir peluang yang lebih luas untuk UMKM berkembang,” pungkas Laura Arela Siahaan
Penulis: Laura Arela Siahaan
Editor: Azis



