
Tengeng Wetan, Pekalongan — Tiga mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2025/2026 berhasil mendampingi UMKM Mie Ayam & Bakso MG di Desa Tengeng Wetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan untuk pertama kalinya menggunakan QRIS GoPay sebagai alat pembayaran digital. Program yang dilaksanakan pada Senin (27/07) ini mencakup tiga tahapan berurutan mulai dari edukasi penggunaan GoPay Merchant, pemasangan identitas visual toko, hingga pelatihan pencatatan keuangan berbasis transaksi QRIS.
Sebelum program ini berjalan, UMKM Mie Ayam & Bakso MG belum memiliki akun GoPay Merchant dan seluruh transaksi masih dilakukan secara tunai. Ketiadaan sistem pembayaran digital menjadi salah satu faktor yang membatasi jangkauan pelanggan, terutama pembeli yang terbiasa bertransaksi tanpa uang tunai. Selain itu, pencatatan keuangan usaha masih dilakukan berdasarkan ingatan tanpa pencatatan tertulis, sehingga pemilik sulit memantau arus kas secara akurat.
Sesi pertama dipimpin oleh Hilwa Nauroh Nazifa, mahasiswa dari Program Studi Akuakultur yang memberikan edukasi langsung kepada pemilik usaha mengenai tata cara mendaftar dan menggunakan GoPay Merchant. Mulai dari proses aktivasi akun, cara menampilkan kode QRIS kepada pembeli, hingga cara memantau notifikasi masuknya pembayaran dijelaskan secara bertahap dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
Sebagai luaran sesi ini, Hilwa menyerahkan poster waspada penipuan QRIS yang memuat informasi mengenai modus-modus penipuan yang kerap menyasar pengguna QRIS baru, seperti penggantian kode QR oleh pihak tidak bertanggung jawab. Poster tersebut dipasang di area kasir sebagai pengingat permanen bagi pemilik dan karyawan.
Setelah akun GoPay Merchant aktif, Ollin Fatimah Ahma, mahasiswa dari Program Studi Ekonomi, melanjutkan dengan pemasangan identitas visual usaha. Pada tahap ini, pemilik UMKM Mie Ayam & Bakso MG menerima banner nama toko yang dirancang untuk memperkuat identitas usaha, serta sticker QRIS yang ditempatkan di area yang mudah terlihat oleh pembeli. Kehadiran sticker QRIS secara fisik mempermudah pelanggan mengetahui bahwa warung tersebut telah menerima pembayaran digital, sekaligus menambah kesan usaha yang lebih profesional.
Tahap terakhir dilaksanakan oleh Amel, mahasiswa dari Program Studi Akuntansi Perpajakan. Sesi ini berfokus pada penguatan sisi manajerial keuangan usaha setelah QRIS aktif digunakan. Pemilik dibimbing langsung dalam memahami alur pencairan saldo GoPay ke rekening bank, termasuk ketentuan minimal pencairan sebesar Rp 15.000, serta cara memisahkan pencatatan transaksi tunai dan transaksi QRIS secara manual.
Sebagai luaran sesi ini, Amel menyerahkan buku saku pencatatan keuangan QRIS yang dirancang menggunakan bahasa sederhana dan tabel tulis tangan. Buku saku mencakup catatan transaksi harian, rekap penerimaan QRIS mingguan, serta laporan laba rugi bulanan sederhana yang mempermudah proses mencatat keuangan.
Mahasiswa KKN Undip berfoto bersama pemilik Mie Ayam & Bakso MG
Pemilik UMKM Mie Ayam & Bakso MG menyambut antusias rangkaian program yang dibawakan ketiga mahasiswa KKN Undip tersebut. Kehadiran banner dan sticker QRIS dinilai langsung memberikan perubahan tampilan yang signifikan pada warung, sementara pemahaman baru mengenai pencatatan keuangan membuat pemilik lebih percaya diri dalam mengelola transaksi digital untuk pertama kalinya.
Melalui program kolaboratif ini, ketiga mahasiswa KKN Undip berharap UMKM Mie Ayam & Bakso MG dapat secara mandiri mengoperasikan GoPay Merchant, mewaspadai potensi penipuan QRIS, serta konsisten mencatat keuangan usaha setiap harinya menggunakan buku saku yang telah diserahkan. Kebiasaan tertib pembukuan yang dibangun sejak dini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi perkembangan usaha ke depan, termasuk apabila suatu saat pemilik membutuhkan akses permodalan dari lembaga keuangan.



