Mahasiswa laksanakan edukasi dan demonstrasi MPASI nugget, ayam, tempe, dan sayur kepada orang tua
Jatengx.com, Sukoharjo – Menyiapkan makanan untuk anak bukan hanya tentang membuat makanan yang enak dan mengenyangkan. Gizi yang terkandung dalam setiap makanan yang akan di konsumsi oleh anak juga perlu turut diperhatikan sehingga mendukung pertumbuhan anak.
Pada masa pertumbuhan, anak membutuhkan beragam zat gizi yang diperoleh dari berbagai jenis bahan pangan. Karena itu, orang tua perlu memiliki pengetahuan dan kreativitas dalam mengolah makanan agar kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi sekaligus membuat waktu makan menjadi lebih menyenangkan.
Novaya Lintang Alya Marwa menyampaikan guna mendukung pemahaman gizi pada anak, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengenalkan berbagai pilihan Makanan Pendamping ASI (MPASI) menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Sebagian orang tua, menyiapkan menu MPASI yang bergizi sekaligus menarik bagi anak terkadang masih menjadi tantangan. Dengan diberikan edukasi mengenalkan MPASI dan praktik pembuatannya,” ucapnya
Selain itu, anak juga mulai dikenalkan dengan berbagai jenis makanan untuk memenuhi kebutuhan gizinya yang semakin meningkat.
Melihat hal tersebut, mahasiswa merancang edukasi mengenai MPASI tidak hanya perlu disampaikan melalui materi, tetapi juga dapat dilakukan dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui demonstrasi memasak.
Dengan melihat proses pengolahan secara langsung, masyarakat dapat memperoleh gambaran mengenai cara membuat menu MPASI yang sederhana, bergizi, dan dapat dipraktikkan kembali di rumah.

Kegiatan Posyandu di Desa Tambakboyo dilaksanakan melalui edukasi dan demonstrasi dalam pembuatan MPASI berupa nugget ayam, tempe, dan sayur. Nugget dipilih sebagai salah satu bentuk olahan karena memiliki bentuk yang menarik dan cukup familiar bagi anak.
Dalam pembuatannya, digunakan beberapa bahan utama, yaitu ayam, tempe, wortel, dan daun bawang. Ayam menjadi sumber protein hewani, sedangkan tempe digunakan sebagai sumber protein nabati. Kombinasi keduanya membuat menu menjadi lebih beragam dan dapat menjadi alternatif olahan makanan untuk anak.
Penggunaan tempe juga menunjukkan bahwa bahan pangan yang sederhana dan mudah ditemukan dapat dimanfaatkan dalam pembuatan menu MPASI. Selain ayam dan tempe, juga menambahkan wortel dan daun bawang sebagai pelengkap. Wortel memberikan warna yang menarik pada nugget sekaligus mengandung beta-karoten yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A. Sementara itu, daun bawang memberikan aroma dan cita rasa yang lebih khas sehingga makanan menjadi lebih menarik.
Pemilihan bahan-bahan tersebut menjadi salah satu contoh bahwa membuat makanan untuk anak tidak selalu membutuhkan bahan yang mahal atau sulit ditemukan. Dengan sedikit kreativitas, bahan pangan yang tersedia di sekitar dapat diolah menjadi makanan yang lebih menarik dan beragam.
Selama demonstrasi berlangsung, orang tua balita dapat melihat secara langsung bagaimana bahan-bahan tersebut diolah menjadi nugget. Suasana kegiatan pun terasa lebih hidup karena peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga dapat memperhatikan proses memasak dan berdiskusi mengenai MPASI.

Lanjutnya, Selain melakukan demonstrasi pembuatan nugget ayam, tempe, dan sayur, mahasiswa KKN UNDIP juga menyiapkan media edukasi menggunakan leaflet. Leaflet digunakan sebagai media pendamping agar informasi yang disampaikan selama kegiatan dapat lebih mudah dipahami dan dapat dibaca kembali oleh orang tua balita setelah kegiatan selesai.
“Kami juga sudah menyiapkan leafet yang digunakan selama kegiatan dan akan diberikan kepada orang tua yang dapat digunakan sebagai media belajar dan dibaca kembali,” jelas Novaya Lintang Alya Marw
Dalam leaflet tersebut, orang tua balita mendapatkan informasi mengenai pengertian MPASI, pentingnya pemberian MPASI, prinsip pemberian makanan yang beragam, bergizi, tekstur, cara pengolahan makanan sesuai dengan usia anak serta contoh bahan pangan yang dapat digunakan untuk membuat menu MPASI.
Informasi disusun menggunakan bahasa yang sederhana agar dapat diterima dengan mudah, selain itu menjelaskan pentingnya memberikan makanan yang beragam. Anak perlu diperkenalkan dengan berbagai kelompok bahan makanan, seperti makanan sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, dan buah.
Keberagaman makanan membantu anak memperoleh berbagai zat gizi yang dibutuhkan untuk mendukung proses pertumbuhan dan perkembangannya. Melalui metode demonstrasi dan edukasi, informasi yang diberikan diharapkan menjadi lebih mudah dipahami dan diingat oleh orang tua balita agar dapat melihat langsung bahwa satu menu sederhana dapat dikembangkan dengan memadukan berbagai kelompok bahan pangan.
Kegiatan demonstrasi MPASI ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru sekaligus inspirasi bagi masyarakat Desa Tambakboyo dalam menyiapkan makanan untuk anak. Menu nugget ayam, tempe, dan sayur yang diperagakan dapat menjadi salah satu alternatif olahan yang bisa dikembangkan kembali dengan bahan pangan lain yang tersedia di rumah.
Penulis: Novaya Lintang Alya Marw
Editor: Azis




