Mahasiswa KKN UNDIP Edukasi Posyandu Remaja Majasto: Kenali Risiko Pergaulan Bebas, Jaga Kesehatan Reproduksi dan Gizi
Jatengx.com, Sukoharjo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melalui Sarah Azahra Octavia melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada anggota Posyandu Remaja Desa Majasto mengenai kesehatan reproduksi, gizi remaja, serta risiko pergaulan bebas. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja agar mampu menjaga kesehatan diri, memahami dampak perilaku berisiko, serta membangun pola hidup sehat sejak dini.
Materi sosialisasi (13/8) diawali dengan penjelasan mengenai pentingnya masa remaja sebagai periode pertumbuhan tercepat kedua setelah balita, di mana sekitar 20 persen tinggi badan dan 50 persen massa tulang dewasa terbentuk pada masa ini.
Sarah menjelaskan bahwa pola hidup yang diterapkan remaja saat ini akan memengaruhi kondisi kesehatan mereka hingga dewasa, sehingga pemenuhan gizi yang tepat menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
“Kondisi kesehatan di masa yang akan datang dipengaruhi bagaimana kita menjaga pola makan untuk menjaga kesehatan di masa sekarang, terutama bagi anak muda,” jelas sarah.
Sosialisasi turut membahas bahaya pergaulan bebas dan dampaknya bagi masa depan remaja, mulai dari risiko kehamilan yang tidak direncanakan, penyakit menular seksual (PMS), putus sekolah, gangguan kesehatan mental, hingga masalah ekonomi dan sosial di kemudian hari.
Risiko kesehatan akibat kehamilan pada usia remaja juga dijelaskan, dapat berdampak bagi ibu seperti anemia, kekurangan energi kronis, dan persalinan prematur, maupun bagi bayi seperti berat badan lahir rendah (BBLR) dan stunting.
Selain itu, remaja diberikan pemahaman mengenai penyakit menular seksual seperti HIV, sifilis, gonore, HPV, dan klamidia, beserta dampaknya terhadap kesehatan reproduksi jangka panjang.
Sarah menekankan bahwa status gizi memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan reproduksi, di mana gizi yang baik membantu menyeimbangkan hormon reproduksi, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung perkembangan organ reproduksi secara optimal. Sebaliknya, kekurangan gizi dapat menyebabkan gangguan menstruasi, pubertas terlambat, hingga anemia, sementara obesitas berisiko meningkatkan gangguan hormon seperti PCOS.
“Ternyata gizi dari makanan yang kita konsumsi itu berpengaruh banyak terhadap diri. Dengan gizi yang seimbang terjaga kesehatan reproduksi dan meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, jika kekurangan menyebabkan ketidakstabilan pada organ reproduksi hingga anamia,” tegasnya.
Materi anemia pada remaja putri turut menjadi perhatian khusus, mengingat kondisi ini merupakan salah satu masalah gizi yang paling sering dialami remaja putri akibat kehilangan darah saat menstruasi. Remaja diedukasi mengenai gejala anemia serta langkah pencegahannya, seperti mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin, memperbanyak makanan kaya zat besi, dan mengonsumsi vitamin C untuk mengoptimalkan penyerapan zat besi.
Sebagai penutup, remaja diperkenalkan dengan pola hidup sehat sederhana yang dapat diterapkan sehari-hari, seperti mengonsumsi gizi seimbang, minum air putih yang cukup, berolahraga minimal 60 menit setiap hari, tidur 8–10 jam, menghindari rokok, alkohol, dan NAPZA, serta membangun pergaulan yang sehat dan saling menghargai.
Remaja juga diberikan informasi mengenai layanan yang dapat diakses jika membutuhkan bantuan, seperti Posyandu Remaja dan Puskesmas terdekat, Layanan SAPA 129 dari Kementerian PPPA, serta Hotline Polisi 110.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui edukasi kesehatan reproduksi dan gizi remaja, serta SDGs 5 tentang Kesetaraan Gender, melalui pemahaman mengenai pencegahan perilaku berisiko dan kekerasan seksual.
Melalui kegiatan tersebut, Sarah Azahra Octavia berharap anggota Posyandu Remaja Desa Majasto dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan gizi sejak dini, serta terhindar dari perilaku berisiko yang dapat merugikan masa depan mereka. Sosialisasi ini menjadi langkah preventif untuk mewujudkan generasi remaja yang sehat dan berkualitas.
Penulis: Sarah Azahra Octavia
Editor: Azis



