234 Peserta Ikuti Seleksi Nasional Magang Jepang di Pekalongan
Penyematan tanda Peserta Seleknas IM Japan
Jatengx.com, Pekalongan – Sebanyak 234 peserta dari berbagai daerah mengikuti Seleksi Nasional Magang Jepang yang digelar di SMK Syafi’i Akrom, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, 10–13 Agustus 2026. Seleksi tersebut merupakan kerja sama LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Pekalongan, Kementerian Ketenagakerjaan RI, dan IM Japan.
Kegiatan dibuka oleh perwakilan Direktorat Bina Lavongan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Irfan Yaqub. Hadir pula Wakil Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Hidayatun dan Ketua LP Ma’arif NU PCNU Kota Pekalongan Muhammad Subkhan.
Dalam laporan kegiatan, Muhammad Subkhan mengatakan, SMK Syafi’i Akrom dipercaya menjadi lokasi seleksi nasional sebagai bagian dari komitmen lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di dunia kerja internasional.
Sementara itu, Hidayatun mengapresiasi dukungan Kementerian Ketenagakerjaan, IM Japan, dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Pekalongan dalam pelaksanaan seleksi tersebut.
Ia meminta para peserta mengikuti seluruh tahapan dengan sungguh-sungguh. “Tetap semangat kepada semua peserta. Ini adalah satu dari jutaan langkah kalian menuju kesuksesan di masa depan,” kata Hidayatun.
Tak Sekadar Bekerja di Jepang
Perwakilan IM Japan Indonesia, Nakamura Yusuke, mengatakan, program magang ke Jepang tidak semata-mata ditujukan untuk memberangkatkan peserta dan menempatkan mereka di perusahaan Jepang. Peserta juga diharapkan memahami dan menerapkan etos kerja yang menjadi bagian penting dalam budaya kerja di Jepang.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam bahasa Jepang dan diterjemahkan oleh Agus Pamuji.
Nakamura mengatakan, peserta akan memperoleh dukungan dari perusahaan sejak keberangkatan hingga menjalani program di Jepang. Namun, dukungan tersebut juga diikuti tanggung jawab yang harus dijalankan peserta.
“Jangan hanya berpikir ingin diberi, tetapi berpikirlah apa yang bisa Anda berikan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa mulai tahun depan program IM Japan akan berganti nama menjadi Program Ikusei Shurou. Adapun teknis pelaksanaan program baru tersebut akan disampaikan lebih lanjut.
Nakamura berharap para peserta yang lolos nantinya tidak hanya memperoleh pengalaman kerja di Jepang, tetapi juga membawa pengetahuan dan keterampilan tersebut ketika kembali ke daerah asal.
“Kami berharap banyak yang lulus dan kembali ke daerah untuk memajukan daerahnya masing-masing,” katanya.
Pemerintah Dorong SDM Berdaya Saing
Perwakilan Direktorat Bina Lavongan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Irfan Yaqub, mengatakan pemerintah mendukung program magang ke Jepang sebagai salah satu upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja muda Indonesia.
Ia berharap para peserta dapat melewati seluruh tahapan seleksi dan melanjutkan ke pelatihan sebelum diberangkatkan ke Jepang.
“Semoga calon peserta dapat dinyatakan lulus dan mengikuti pelatihan tahap 1 dan tahap 2 sehingga bisa berangkat ke Jepang. Kami ucapkan terima kasih kepada IM Japan,” ujar Irfan.
Menurut dia, program tersebut diharapkan melahirkan tenaga kerja Indonesia yang memiliki karakter rajin, disiplin, dan terampil. Pengalaman bekerja di Jepang juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta ketika kembali ke Indonesia.
Seleksi Nasional Magang Jepang di Pekalongan menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja muda Indonesia. Kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan mitra Jepang diharapkan dapat membuka akses lebih luas bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman kerja di tingkat internasional.



