Alya Salfalia Rahma Menyerahkan Modul Psikoedukasi kepada pelaku UMKM
Jatengx.com, Sukoharjo — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip), Alya Salfalia Rahma dari Fakultas Psikologi melaksanakan program edukasi mengenai psikologi konsumen kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tambakboyo. Program ini dilaksanakan secara door to door, dengan mengunjungi pelaku UMKM secara langsung di tempat usaha masing-masing untuk berbagi pengetahuan sekaligus berdiskusi mengenai perilaku konsumen.
Program bertajuk “Psikoedukasi Memahami Perilaku Konsumen untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM” ini merupakan salah satu program kerja KKN yang berfokus pada pemanfaatan ilmu psikologi untuk mendukung penguatan dan keberlanjutan UMKM di Desa Tambakboyo.
Kegiatan ini menjadi bagian dari tema besar KKN, yaitu “Penguatan Eksistensi UMKM Berkelanjutan Berbasis SDGs untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Lokal.” Melalui program tersebut, Alya berupaya mengenalkan perspektif psikologi konsumen kepada pelaku usaha sebagai salah satu cara untuk memahami kebutuhan pelanggan dan meningkatkan daya saing usaha.

Alya Salfalia Rahma menyampaikan bahwa pelaksanaan program dilakukan dengan pendekatan door to door, yaitu dengan mengunjungi pelaku UMKM secara langsung di tempat usaha mereka. Pendekatan ini dipilih agar edukasi dapat berlangsung lebih dekat, interaktif, dan sesuai dengan kondisi masing-masing usaha.
“Kami datang dari toko ke toko atau dari pedagang satu ke pedagang lain. Pendekatan ini kami pilih untuk berinteraksi lebih dekat dan mengetahui kondisi secara detail dari usaha mereka,” ujarnya
Sebelum memberikan materi, terdapat identifikasi kebutuhan dan wawancara singkat dahulu dengan pelaku UMKM. Wawancara ini dilakukan untuk menggali pengalaman pelaku usaha dalam menghadapi pelanggan, mengetahui karakteristik konsumen, serta memahami tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan pelanggan.
Hasil identifikasi tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyampaian materi sehingga edukasi yang diberikan dapat dikaitkan secara langsung dengan pengalaman dan kondisi usaha masing-masing pelaku UMKM.
Dalam kegiatan door to door, pelaku UMKM diperkenalkan pada konsep dasar psikologi konsumen, yaitu pemahaman mengenai bagaimana seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku ketika memilih, membeli, menggunakan, hingga mengevaluasi suatu produk atau jasa.
Alya menjelaskan bahwa keputusan konsumen tidak hanya dipengaruhi oleh harga dan kualitas produk. Faktor psikologis seperti kebutuhan, motivasi, persepsi, pengalaman, kepercayaan, kepuasan, dan loyalitas juga dapat memengaruhi keputusan konsumen dalam memilih suatu produk.
Sebagai contoh, konsumen dapat memilih suatu produk bukan hanya karena harganya sesuai, tetapi juga karena merasa nyaman dengan pelayanan penjual, percaya terhadap kualitas produk, atau memiliki pengalaman positif ketika melakukan pembelian sebelumnya.
Salah satu fokus utama edukasi adalah membantu pelaku UMKM memahami hubungan antara pengalaman konsumen, kepuasan, dan loyalitas pelanggan.
Pelayanan yang ramah, komunikasi yang baik, kualitas produk yang konsisten, serta kemampuan menerima kritik dan saran dapat menciptakan pengalaman positif bagi konsumen. Pengalaman tersebut dapat menjadi salah satu alasan konsumen untuk kembali membeli produk dari usaha yang sama.
Karena itu, pelaku UMKM tidak hanya perlu memikirkan bagaimana mendapatkan pembeli, tetapi juga bagaimana memberikan pengalaman yang baik sehingga konsumen memiliki alasan untuk kembali.
Pendekatan door to door memberikan ruang bagi Alya dan pelaku UMKM untuk berdiskusi secara lebih personal. Materi yang disampaikan dapat dikaitkan langsung dengan pengalaman peserta dalam menjalankan usaha sehari-hari.
Pelaku UMKM diajak melakukan refleksi sederhana melalui pertanyaan seperti “Apa yang paling disukai pelanggan dari usaha saya?”, “Mengapa pelanggan mau kembali membeli?”, dan “Apa yang masih dapat saya perbaiki?”
Pertanyaan tersebut membantu pelaku usaha melihat bisnis mereka dari sudut pandang konsumen sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih dapat dikembangkan.
Dengan pendekatan yang lebih personal, edukasi diharapkan tidak hanya menjadi penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk berbagi pengalaman dan menemukan strategi yang sesuai dengan kondisi usaha masing-masing.

Sebagai salah satu luaran program, Alya juga menyusun Modul Psikologi Konsumen yang dapat digunakan sebagai panduan sederhana bagi pelaku UMKM.
Modul tersebut memuat materi mengenai perilaku konsumen, faktor psikologis yang memengaruhi keputusan pembelian, pengalaman konsumen, kepuasan dan loyalitas pelanggan, serta strategi sederhana yang dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Modul disusun menggunakan bahasa yang sederhana dan aplikatif agar mudah dipahami oleh masyarakat umum. Dengan adanya modul tersebut, materi yang diberikan melalui kegiatan door to door dapat dipelajari kembali oleh pelaku usaha setelah kegiatan selesai.
Pemahaman terhadap perilaku konsumen menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan pelaku UMKM untuk mempertahankan eksistensi usahanya. Dengan mengetahui kebutuhan, harapan, dan pengalaman pelanggan, pelaku usaha dapat melakukan evaluasi serta menyesuaikan strategi usahanya.
Melalui program “Psikoedukasi Memahami Perilaku Konsumen untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM”, Alya berharap ilmu psikologi dapat memberikan manfaat yang praktis bagi pelaku UMKM Desa Tambakboyo.
Alya Salfalia Rahma mengungkapkan program ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung UMKM agar tidak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga mampu membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen dan menciptakan pengalaman positif yang mendukung keberlanjutan usaha.
“Memahami konsumen bukan hanya tentang mengetahui apa yang mereka beli, tetapi juga memahami kebutuhan, alasan, dan pengalaman di balik keputusan mereka.” pungkas Alya Salfalia Rahma
Penulis: Alya Salfalia Rahma, Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro
KKN Tim II Universitas Diponegoro 2026



