Foto Bersama Ibu-Ibu Pelaku UMKM dan Produk Peyek Teri Selepas Kegiatan
Jatengx.com, Sukoharjo — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tim II Desa Tambakboyo Tahun 2026 mengembangkan inovasi produk UMKM melalui pembuatan varian baru peyek kacang teri. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada (26/7) di UMKM Peyek Desa Tambakboyo, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Penambahan Variasi Produk UMKM melalui Inovasi Peyek Kacang Teri sebagai Upaya Peningkatan Nilai Tambah dan Daya Saing Produk Berkelanjutan. Program tersebut melibatkan ibu-ibu pelaku UMKM Peyek Desa Tambakboyo serta mahasiswa KKN dari Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Sastra Indonesia, dan Gizi.
Zahra Putri Defiana, selaku mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN menyampaikan UMKM Peyek Desa Tambakboyo telah berdiri sejak tahun 2021. Selama ini, produk yang dihasilkan masih berfokus pada satu varian, yaitu peyek kacang. Kondisi tersebut menjadi salah satu peluang untuk melakukan diversifikasi produk agar UMKM memiliki pilihan produk yang lebih beragam dan dapat menarik minat konsumen.
“Berdasarkan hasil wawancara dengan pelaku UMKM, mahasiswa KKN mengetahui bahwa produk yang selama ini dibuat oleh UMKM masih terbatas pada peyek kacang. Kami menawarkan penambahan ikan teri sebagai salah satu alternatif bahan untuk menghasilkan varian baru,” ujarnya Zahra Putri Defiana.
Lanjutnya, ia menegaskan Ikan teri dipilih karena memiliki kandungan gizi yang baik serta mudah diperoleh di sekitar Desa Tambakboyo. Salah satu lokasi untuk mendapatkan ikan teri adalah Pasar Cuplik yang berada tidak jauh dari wilayah desa.
“Selain mudah diperoleh, ikan teri dinilai sesuai untuk dikombinasikan dengan peyek karena dapat memberikan cita rasa gurih sekaligus menambah nilai gizi produk. Pemanfaatan bahan tersebut diharapkan dapat menghasilkan variasi rasa baru, meningkatkan daya tarik konsumen, serta membuka peluang pengembangan nilai jual produk UMKM,” tegasnya.
Pada kesempatan ini Zahra Putri Defiana program studi Manajemen Sumberdaya Perairan memberikan pendampingan melalui program Penambahan Variasi produk UMKM melalui Inovasi Peyek Kacang Teri sebagai Upaya Peningkatan Nilai Tambah dan Daya Saing Produk Berkelanjutan bersama ibu-ibu pelaku UMKM Peyek Desa Tambakboyo. Mahasiswa KKN yang lain turut terlibat dalam proses pembuatan mulai dari pengadonan hingga penggorengan.
Adonan peyek dibuat dengan mencampurkan tepung terigu dan tepung tapioka dengan air. Selanjutnya, ditambahkan bumbu penyedap, kemiri, ketumbar, bawang putih, telur, serta daun jeruk untuk memberikan aroma pada peyek. Ikan teri kemudian dimasukkan ke dalam adonan dan dicampurkan hingga merata.
Setelah adonan siap, minyak dipanaskan dan adonan digoreng dengan cara ditempelkan pada bagian pinggir wajan hingga menghasilkan peyek yang tipis dan renyah. Proses penggorengan dilakukan dalam jumlah banyak hingga peyek siap dikemas.

Dalam proses tersebut, resep dan komposisi bahan ditentukan oleh ibu-ibu pelaku UMKM berdasarkan pengalaman mereka dalam membuat peyek. Tidak ditemukan kendala berarti selama proses pembuatan dan tidak diperlukan evaluasi lanjutan karena hasil peyek kacang teri telah sesuai dengan yang diharapkan.
Inovasi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penambahan varian produk, tetapi juga mencakup pengembangan identitas dan informasi pada kemasan.
Setelah peyek kacang teri selesai dibuat, produk dikemas sebanyak sekitar 4–5 keping per kemasan. Selanjutnya, mahasiswa KKN memberikan label pada kemasan sebagai bagian dari pengembangan produk.

Kegiatan tersebut melibatkan Agnes Melanie Margaretha BR Sinaga, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, melalui program Language Branding: Copywriting, Identitas Merek, dan Narasi Produk bagi UMKM Desa Tambakboyo. Sementara itu, Novaya Lintang Alya Marwa, mahasiswa Program Studi Gizi, berperan dalam penyusunan informasi pelabelan produk.
Agnes Melanie Margaretha BR Sinaga menjelaskan bahwa informasi yang dicantumkan pada label meliputi nama produk, komposisi, berat bersih, pihak yang memproduksi, alamat produksi, tanggal produksi, keterangan baik digunakan sebelum, serta cara penyimpanan produk.
“Labeling ini sangat penting bagi sebuah produk untuk meningkatkan daya beli. Oleh karena itu, dicantumkan informasi tentang nama produk, komposisi, berat, dan juga alamat produksi,” jelasnya Agnes Melanie Margaretha BR Sinaga.
Dilakukan sosialisasi mengenai pembuatan desain kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya informasi produk pada kemasan.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa inovasi berhasil menghasilkan varian baru berupa peyek kacang teri. Produk tersebut memiliki tekstur yang renyah, cita rasa gurih, serta tampilan yang menarik.
Pelaku UMKM memberikan respon positif selama kegiatan. Pelaku UMKM juga menunjukkan ketertarikan untuk menjadikan peyek kacang teri sebagai salah satu varian produk yang dapat dikembangkan. Harga jual yang direncanakan untuk varian baru tersebut adalah Rp7.500 per kemasan.
Salah satu pelaku UMKM mengungkapkan penambahan varian peyek kacang teri menjadi inovasi dan varian produk kami. Sebelumnya, UMKM hanya memiliki varian peyek kacang, sedangkan setelah kegiatan terdapat alternatif produk baru yang dapat ditawarkan kepada konsumen.
“Kehadiran mahasiswa memberikan ide baru bagi kami untuk mengembangkan produk, salah satunya penambahan varian peyek teri,” ungkapnnya
Penambahan varian baru diharapkan dapat membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan daya tarik produk UMKM Peyek Desa Tambakboyo. Pemanfaatan ikan teri sebagai bahan tambahan juga memberikan alternatif dalam mengembangkan produk pangan berbasis bahan yang mudah diperoleh di sekitar desa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap inovasi peyek kacang teri tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi dapat terus diproduksi dan dikembangkan oleh pelaku UMKM. Penambahan variasi produk diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing UMKM Peyek Desa Tambakboyo serta mendorong pelaku usaha untuk terus melakukan inovasi terhadap produk lokal.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UNDIP Tim II Desa Tambakboyo dalam mendukung pengembangan UMKM melalui inovasi produk, branding, dan peningkatan informasi pada kemasan.
Penulis: Zahra Putri Defiana
Editor: Azis



