Dokumentasi Mahasiswa KKN 24 UPGRIS Bersama Masyarakat Pelaksanaan Edukasi Pembuatan Biopori
Jatengx.com, Demak – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPGRIS Berdampak Kelompok 24 sukses menggelar program kerja inovatif pelestarian lingkungan berupa pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) di Desa Brambang, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. Langkah strategis ini diusung sebagai solusi ganda untuk mengatasi potensi genangan air saat musim penghujan sekaligus mengedukasi warga dalam pengelolaan sampah organik rumah tangga.
Kegiatan yang berlangsung dengan antusiasme tinggi ini melibatkan kolaborasi aktif antara tim mahasiswa KKN dan perangkat desa serta warga setempat. Program biopori dipilih karena selaras dengan tema “KKN Berdampak”, di mana mahasiswa diharapkan mampu meninggalkan jejak manfaat yang nyata, berkelanjutan, dan mudah diterapkan oleh masyarakat secara mandiri.
Koordinator KKN UPGRIS Kelompok 24 menjelaskan bahwa Desa Brambang memiliki potensi besar dalam pengembangan lingkungan hijau, namun masih membutuhkan optimalisasi dalam hal drainase dan pengolahan limbah dapur.
“Melalui pembuatan biopori ini, kami ingin mengajak warga Desa Brambang untuk melihat bahwa sampah organik yang biasanya langsung dibuang, ternyata bisa diolah langsung di pekarangan rumah. Selain itu, lubang ini berfungsi sebagai ‘tabungan air’ tanah yang akan sangat berguna menjaga kelembapan tanah dan mencegah genangan air di sekitar pemukiman,” ungkap Koordinator KKN Kelompok 24.
Pelaksanaan program kerja ini diawali dengan tahap sosialisasi mengenai pengertian, manfaat, dan cara kerja biopori kepada warga. Setelah edukasi selesai, tim KKN bersama warga langsung melakukan aksi demonstrasi dan pembuatan lubang biopori di beberapa titik strategis, seperti area fasilitas umum balai desa, perkarangan warga, dan area resapan yang rentan tergenang air.

Secara teknis, tim membuat lubang silindris secara vertikal ke dalam tanah dengan kedalaman sekitar 80 hingga 100 sentimeter. Pipa PVC yang telah dilubangi sisinya kemudian ditanam ke dalam tanah untuk menahan dinding lubang agar tidak longsor. Ke dalam lubang tersebut, warga diajarkan untuk memasukkan sampah organik seperti sisa sayuran, kulit buah, dan dedaunan kering.
Sampah organik inilah yang nantinya akan memancing organisme tanah, seperti cacing, untuk datang dan membuat terowongan-terowongan kecil di dalam tanah. Proses alami ini tidak hanya mempercepat peresapan air ke dalam tanah, tetapi juga mengubah sampah organik tersebut menjadi pupuk kompos alami yang bisa dipanen untuk menyuburkan tanaman warga.
Kepala Desa Brambang menyambut positif inisiatif dari para mahasiswa UPGRIS. Menurutnya, program ini sangat aplikatif dan memberikan wawasan baru bagi warganya.
“Kami sangat mengapresiasi inovasi dari adik-adik KKN UPGRIS Kelompok 24. Alat dan caranya sederhana, tetapi manfaatnya sangat besar bagi lingkungan Desa Brambang, baik untuk kebersihan maupun resapan air,” tuturnya.
Melalui program kerja ini, KKN UPGRIS Berdampak Kelompok 24 berharap kesadaran lingkungan warga Desa Brambang semakin meningkat. Biopori yang telah dibuat diharapkan tidak hanya menjadi monumen peninggalan KKN, melainkan terus dirawat dan direplikasi oleh warga di pekarangan rumah masing-masing demi mewujudkan Desa Brambang yang asri, tangguh genangan, dan produktif dalam mengelola sampah.
Penulis: Mahasiswa KKN Kelompok 24
Editor: Azis



