
Jatengx.com, Klaten – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) Tahun 2026 melaksanakan program multidisiplin dengan judul “Pemberdayaan UMKM BUMDes Telur Asin Melalui Penguatan Aspek Produksi, Manajemen, Legalitas, dan Teknologi” pada Rabu, (30/7) di Kantor Desa Mendak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten. Program ini ditujukan kepada pengurus BUMDes Desa Mendak sebagai upaya memperkuat pengelolaan usaha telur asin agar lebih tertata, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu, mahasiswa KKN memberikan pendampingan sesuai bidang keahlian masing-masing. Pendampingan meliputi aspek produksi, manajemen usaha, legalitas, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan UMKM BUMDes Telur Asin.
Pada aspek produksi, mahasiswa menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) proses produksi, SOP keselamatan kerja, template Microsoft Excel untuk perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan penentuan harga jual, serta modul panduan penggunaan template. Luaran tersebut disusun untuk membantu pengurus BUMDes dalam menentukan harga jual secara lebih tepat serta mendukung pengelolaan usaha yang lebih efektif.

Selain itu, mahasiswa juga memberikan pendampingan terkait administrasi usaha, legalitas, dan strategi pemanfaatan teknologi digital sebagai media promosi. Melalui kegiatan ini, pengurus BUMDes memperoleh pemahaman mengenai pentingnya tata kelola usaha yang baik agar mampu meningkatkan daya saing produk telur asin di tengah perkembangan pasar.
Seluruh luaran program kemudian dipaparkan dan diserahkan kepada pengurus BUMDes Desa Mendak yang diwakili oleh Bu Maya, Pak Andi, dan Bu Lisa. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi mengenai penerapan luaran yang telah disusun agar dapat dimanfaatkan dalam pengembangan UMKM BUMDes ke depan.

Bu Maya selaku pengurus BUMDes Desa Mendak menyampaikan apresiasinya terhadap pendampingan yang diberikan oleh mahasiswa KKN UNDIP.
“Terima kasih kepada mahasiswa KKN UNDIP yang telah memberikan pendampingan kepada BUMDes kami. Luaran yang diberikan sangat membantu, terutama dalam memahami perhitungan biaya produksi, penentuan harga jual, serta pengelolaan usaha yang lebih tertata. Semoga ilmu yang diberikan dapat kami terapkan untuk mengembangkan usaha telur asin ke depannya,” ujar Bu Maya.
Senada dengan hal tersebut, Pak Andi berharap pendampingan yang telah diberikan dapat menjadi bekal bagi pengurus BUMDes dalam menjalankan usaha.
“Kami mendapatkan banyak pengetahuan baru, khususnya mengenai penyusunan SOP, administrasi, dan pengelolaan usaha. Harapannya, apa yang telah diberikan mahasiswa KKN dapat menjadi pedoman sehingga usaha BUMDes semakin berkembang,” ungkap Pak Andi.
Sementara itu, Bu Lisa menilai kolaborasi antara mahasiswa dan BUMDes memberikan manfaat nyata bagi pengembangan usaha desa.
“Program ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan teori, tetapi juga menghasilkan luaran yang dapat langsung digunakan. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus terjalin pada kesempatan berikutnya,” tutur Bu Lisa.
Melalui program multidisiplin ini, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro berharap berbagai luaran yang telah disusun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pengurus BUMDes Desa Mendak. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa diharapkan mampu mendorong berkembangnya UMKM desa yang lebih inovatif, profesional, dan berdaya saing sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Mendak.
Penulis: Tim II KKN Reguler UNDIP 2026
Editor: Azis




