Jatengx.com, Semarang – Mahasiswa praktikan dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar kegiatan simulasi mitigasi bencana gempa bumi bagi siswa-siswi SDN Palebon 01 Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesiapsiagaan dan memberikan bekal pengetahuan praktis kepada anak-anak dalam menghadapi ancaman bencana alam sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung (1/4/2026) di lingkungan sekolah ini diikuti dengan antusias oleh para siswa, terutama kelas rendah yang membutuhkan bimbingan intensif. Simulasi ini mencakup pengenalan konsep dasar gempa bumi, cara berlindung yang benar, hingga prosedur evakuasi menuju titik kumpul yang aman.
Mahasiswa UPGRIS menggunakan metode instruksi langsung yang mudah dipahami anak-anak selama simulasi. Para siswa diajarkan rumus “Lindungi Kepala, Sembunyi di Bawah Meja, dan Jangan Berlari Panik.” Begitu sirine tanda bahaya berbunyi, siswa dengan sigap mempraktikkan cara melindungi diri dari potensi reruntuhan bangunan.
“Edukasi mitigasi ini sangat penting, mengingat bencana bisa terjadi kapan saja. Kami ingin memastikan siswa SDN Palebon 01 tidak hanya tahu secara teori, tetapi juga tahu harus bergerak ke mana saat situasi darurat benar-benar terjadi,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa penyelenggara.
Selain praktik berlindung, para siswa juga dipandu untuk menyusuri jalur evakuasi sekolah menuju lapangan terbuka sebagai titik kumpul utama (assembly point). Guru-guru SDN Palebon 01 turut mendampingi untuk memastikan seluruh prosedur dijalankan sesuai dengan standar keselamatan sekolah.

Kepala Sekolah SDN Palebon 01 menyambut positif inisiatif para mahasiswa magang ini. Menurutnya, kolaborasi dengan mahasiswa UPGRIS memberikan warna baru dalam pembelajaran pendidikan karakter dan keselamatan bagi siswa.
“Kami sangat mengapresiasi program ini. Dengan simulasi ini, mentalitas siswa lebih terbentuk. Mereka menjadi lebih tenang dan paham langkah-langkah keselamatan, sehingga risiko kepanikan masal bisa diminimalisir,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan SDN Palebon 01 dapat menjadi sekolah yang lebih tangguh bencana, sekaligus membuktikan peran aktif mahasiswa UPGRIS dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat selama masa magang kependidikan.
Editor:Azis

