
Jatengx.com, Semarang – Enam mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas IVET (UNISVET) Semarang menjalani Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP II) di MI Al-Iman Semarang, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah. Melalui program tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai praktik pembelajaran, budaya sekolah, hingga pengelolaan administrasi madrasah.
PLP II merupakan program akademik yang dirancang untuk memperkenalkan mahasiswa pada situasi nyata dunia pendidikan. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa tidak hanya terlibat dalam proses belajar mengajar, tetapi juga mendampingi berbagai aktivitas sekolah dan ekstrakurikuler.
MI Al-Iman sendiri merupakan madrasah ibtidaiyah swasta yang berdiri sejak 1967 di bawah naungan Yayasan Al Iman Banaran. Madrasah yang memiliki Nomor Statistik Madrasah (NSM) 111233740013 tersebut telah terakreditasi A.
Madrasah ini memiliki sejumlah fasilitas penunjang pembelajaran, antara lain ruang kelas, ruang guru, kantor kepala sekolah, perpustakaan, mushala, UKS, toilet, lapangan sekolah, kantin, serta area parkir. Seluruh fasilitas dinilai dalam kondisi baik dan layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Dalam menjalankan pendidikan, MI Al-Iman mengusung visi mencetak generasi yang cerdas, terampil, sehat jasmani dan rohani, serta berakhlakul karimah sesuai paham Ahlussunnah Wal Jama’ah ala Nahdlatul Ulama (NU).
Adapun misi madrasah meliputi pemberian ruang berekspresi dan berprestasi bagi siswa, menciptakan lingkungan islami yang kondusif, menghadirkan tenaga pendidik berkualitas dalam ilmu agama maupun umum, serta membiasakan kegiatan istighatsah dan tahlil sebagai bagian pendidikan ASWAJA.
Saat ini, MI Al-Iman memiliki 22 tenaga pendidik, satu staf tata usaha, dan satu bendahara. Jumlah peserta didik tercatat sebanyak 431 siswa dari kelas I hingga kelas VI.
Kegiatan PLP II di madrasah tersebut dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Atika Muallifah, M.Pd. Enam mahasiswa yang mengikuti program berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
Susunan tim mahasiswa terdiri atas Zulfatul Mardiyah sebagai ketua dari PGMI, Muhammad Shofiyullah sebagai Sekretaris 1 dari PAI, Annisa Auliya sebagai Sekretaris 2 dari PGMI, Muhammad Khaerudin sebagai bendahara dari PAI, serta Aliefyan Rizqinia Muchtar dan Miftakhul Jannah sebagai divisi media.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran di kelas. Sistem pembelajaran di MI Al-Iman menggunakan metode yang bervariasi, mulai dari ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, hingga praktik langsung.

Selain pembelajaran akademik, madrasah juga membiasakan kegiatan religius harian seperti doa bersama, membaca Al-Qur’an, dan pembentukan disiplin siswa sebagai bagian dari pendidikan karakter.
Mahasiswa PLP II turut mendam pingi kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan setiap Selasa hingga Sabtu pukul 13.00–14.00 WIB. Kegiatan tersebut meliputi MTQ pada Selasa, drumband pada Rabu, kaligrafi pada Kamis, pramuka pada Jumat, serta silat pada Sabtu.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga terlibat dalam kegiatan rutin Jumat pagi berupa istighatsah pukul 06.40–07.00 WIB yang dilanjutkan dengan senam pagi hingga pukul 07.40 WIB. Upacara bendera di madrasah tersebut juga dilaksanakan setiap dua minggu sekali.

Ketua kelompok PLP II, Zulfatul Mardiyah, mengatakan bahwa program tersebut memberikan pengalaman nyata mengenai dunia pendidikan dan menjadi sarana latihan keterampilan sebagai calon guru.
“Melalui PLP II, kami belajar mengelola kelas, berinteraksi dengan siswa, bekerja sama dengan guru, hingga memahami administrasi madrasah secara langsung,” ujarnya.
Ia berharap program PLP II dapat terus ditingkatkan kualitasnya sebagai bentuk kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah mitra dalam mencetak tenaga pendidik profesional dan berkarakter.(Zulfa)



