
Jatengx.com, Klaten – Keselamatan dan kesehatan kerja menjadi aspek penting dalam aktivitas pertanian yang sering kali masih kurang mendapat perhatian. Berbagai aktivitas seperti penggunaan alat pertanian, pekerjaan di bawah paparan sinar matahari, hingga penggunaan pestisida kimia memiliki potensi bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan maupun gangguan kesehatan apabila tidak dilakukan dengan cara yang aman.
Melihat kondisi tersebut, Nathaniel Farhan Putra Satria, mahasiswa Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Diponegoro yang tergabung dalam KKN Tim II UNDIP 2026, melaksanakan kegiatan edukasi mengenai “Penerapan K3 dalam Pertanian: Potensi Bahaya di Lingkungan Kerja Pertanian dan Risiko Kesehatan Jangka Panjang Akibat Penggunaan Pestisida Kimia” di Desa Turus, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di kawasan Kopinggir Sawah Desa Turus dan dihadiri oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta kelompok tani Desa Turus. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi yang aplikatif kepada masyarakat, khususnya para petani, agar aspek keselamatan dan kesehatan dapat menjadi bagian dari kebiasaan dalam bekerja.
Dalam kegiatan tersebut, Nathaniel menyampaikan bahwa pekerjaan pertanian memiliki beragam potensi bahaya. Bahaya tersebut tidak hanya berasal dari alat pertanian, tetapi juga dapat berupa bahaya fisik, kimia, biologis, ergonomi, hingga faktor psikososial. Materi edukasi yang diberikan mengacu pada kondisi dan aktivitas yang umum ditemui dalam pekerjaan pertanian.
Salah satu pembahasan utama dalam kegiatan ini adalah bahaya penggunaan pestisida kimia. Petani dapat terpapar pestisida melalui kontak dengan kulit, pernapasan, maupun tertelan. Paparan yang terjadi berulang dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan yang berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari sejak awal.
“Penerapan K3 dalam pertanian bukan hanya tentang menggunakan alat pelindung diri, tetapi juga bagaimana petani mampu mengenali potensi bahaya, memahami cara kerja yang aman, dan mencegah paparan sebelum menimbulkan dampak terhadap kesehatan,” jelas Nathaniel dalam kegiatan edukasi.
Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), terutama ketika melakukan pencampuran dan penyemprotan pestisida. APD yang dapat digunakan antara lain sarung tangan, masker atau respirator, kacamata pelindung, sepatu boot, serta pakaian kerja berlengan panjang. Penggunaan APD menjadi salah satu upaya untuk mengurangi kontak langsung pekerja dengan sumber bahaya.
Selain penggunaan APD, edukasi juga menekankan pentingnya membaca petunjuk pada label pestisida, memperhatikan arah angin ketika melakukan penyemprotan, tidak makan atau merokok selama bekerja dengan pestisida, serta segera membersihkan diri dan mengganti pakaian setelah selesai bekerja.
Pestisida juga perlu disimpan di tempat khusus yang aman dan terpisah dari makanan maupun jangkauan anak-anak.
Tidak hanya membahas pestisida, kegiatan ini turut memberikan pemahaman mengenai potensi bahaya lain di lahan pertanian. Petani dapat menghadapi risiko luka akibat alat tajam, kelelahan dan paparan panas, gangguan otot akibat posisi kerja yang tidak ergonomis, hingga risiko gigitan atau sengatan hewan dan serangga.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan semakin memahami bahwa keselamatan kerja merupakan bagian penting dari keberlangsungan aktivitas pertanian.
Penerapan K3 yang sederhana dan konsisten dapat membantu petani mengurangi risiko kecelakaan serta menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Kegiatan sosialisasi kemudian ditutup dengan dokumentasi bersama mahasiswa KKN Tim II UNDIP dan para peserta. Selain menjadi bentuk edukasi, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya budaya kerja yang lebih aman dan sehat di lingkungan pertanian Desa Turus.
Program edukasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Tim II UNDIP dalam mengaplikasikan ilmu Keselamatan dan Kesehatan Kerja secara langsung di tengah masyarakat. Melalui pendekatan edukatif dan sesuai dengan aktivitas masyarakat setempat, diharapkan penerapan prinsip K3 dapat terus diterapkan dalam kegiatan pertanian sehari-hari.
Penulis: Nathaniel Farhan Putra Satria
Editor: Azis



